Kawasan Cikapundung, Sentra Pembuatan Stempel dan Pelat Kendaraan Tertua di Bandung
Selain pusat jajanan, ternyata sejak dulu kawasan Cikapundung juga dikenal sebagi sentra pembuatan stempel dan plat kendaraan.
Penulis: Fasko dehotman | Editor: Jannisha Rosmana Dewi
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Fasko Dehotman
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Kota Bandung tidak hanya dikenal sebagai tempat wisata dan kuliner ternama.
Tetapi Kota Bandung juga dikenal sebagai sentra pembuatan barang-barang tertentu.
Satu di antaranya yang paling terkenal di Bandung adalah kawasan Cikapundung, tepatnya di Jalan Cikapundung Timur, Kota Bandung.
Selain pusat jajanan, ternyata sejak dulu kawasan Cikapundung juga dikenal sebagi sentra pembuatan stempel dan plat kendaraan.
Sentra ini hanya dapat ditemukan ketika pagi menjelang hingga petang, sedangkan pada malam hari kawasan ini bertransformasi menjadi tenda-tenda kuliner.
Dikabarkan Sudah Putus, Baim Wong Bongkar Fakta Mengejutkan Soal Hubungannya: Ada Masalah. . . . https://t.co/lDDWp2LNSp via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) October 25, 2017
Di sini, Anda akan menjumpai sejumlah kios mini yang menjajakan jasa pembuatan stempel dan plat dari berbagai jenis.
Sedangkan para pedagang stempelnya, tersebar mulai dari Jalan Cikapundung Timur, hingga ke Jalan ABC dan Jalan Naripan, Bandung.
Nah, yang menjadi khas dari sentra setempel Cikapundung, yakni semua yang dikerjakan murni buatan tangan tanpa bantuan alat mesin lho!
Bahkan, sentra stempel Cikapundung juga pantas menyandang gelar sebagai sentra stempel tertua di Kota Bandung.
Konon katanya, sentra stempel ini telah ada di kawasan Cikapundung sejak 1980-an.

Kala itu kawasan Cikapundung belum berubah banyak.
Termasuk penjara Banceuy, tempat di mana Soekarno pernah dibui, juga telah berdiri.
Dahulu, pedagang stempel hanya berjumlah 10 orang yang mangkal di sini.
Akan tetapi, seiring dengan membanjirnya pesanan beragam stempel dari dalam maupun luar Bandung, sentra stempel Cikapundung pun makin berkembang.
Hingga saat ini telah mencapai kurang lebih 60 orang pedagang stempel yang mencari nafkah di kawasan Cikapundung.
Jessica Iskandar Dikira Mempelai Wanita saat Datang ke Pernikahan Sang Kakak, Ini Alasannya https://t.co/5RPliKNsfd via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) October 25, 2017
Nasrullah, selaku pemilik kios stempel Fajar Reklame, menuturkan, untuk saat ini peminat stempel dan plat cukup sepi.
Dalam seharinya, Nasrullah mengaku, hanya dapat tiga hingga lima pesanan saja, sedangkan barang yang laku dijual tidak seberapa.
"Sepi yah karena banyak bersaing juga, terlebih lagi rata-rata harga di sini sama dengan kios lainnya, tergantung nego pembeli juga," ujat Nasrulloh kepada Tribun Jabar, saat ditemui di kiosnya, Selasa (24/10/2017).

Nasrullah menceritakan, ihwal dari bisnis stempelnya ini, bermula dari dirinya yang suka melihat proses pembuatan stempel di kios temannya di kawasan Cikapundung.
"Karena cara membuatnya mudah dan bahanya tidak susah dicari, akhirnya Saya tergiur mencoba bisnis ini hingga sekarang, dan Alhamdullillah bisa mencukupi kebutuhan keluarga saya," tukas Nasrullah.
Di kios miliknya, Nasrullah tidak hanya hanya menjajakan stempel dan plat kendaraan semata.
Tetapi juga terdapat pelayanan pembuatan plakat, kerajinan kayu, graveer, pin, medali, papan nama, papan gantung, dan lainnya.
Ingat Sarah Vi Pemain Sinetron 'Inem Pelayan Sexy'? Kini Penampilannya Berubah Drastis https://t.co/4Yn6FeGOn6 via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) October 25, 2017
Untuk stempel biasa Nasrullah membanderolnya sebesar Rp 40.000, dan stempel otomatis Rp 85.000.
Sedangkan barang-barang lainnya, seperti plat kendaraan motor Rp 150.000, plat mobil Rp 250.000, dan plakat tinta timbul Rp 250.000.
"Daru semua harga tersebut, tergantung juga bahan yang digunakan, dan waktu pembuatannya, dan bisa dinego juga," tutur Nasrullah.
Kios stempel milk Nasrullah dan lainnya, mulai beroperasi pada pukul 08.00 WIB-18.00 WIB, setiap harinya.
