Jika Jadi Dibangun, Skyway Bandung Minimal Harus Sepanjang 100 Kilometer

Dengan panjang tersebut, barulah keuntungan investasinya akan dirasakan investor dan masyarakat pun mendapat manfaat.

Jika Jadi Dibangun, Skyway Bandung Minimal Harus Sepanjang 100 Kilometer
skyway
Gambar imaji proyek Skyway yang diusulkan pemerintah Adelaide, Australia. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Tak sanggup membangun Light Rail Transit (LRT) atau kereta ringan di Bandung Raya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat kemungkinan berpaling ke Skyway.

Skyway merupakan teknologi transportasi dari Rusia.

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan, Skyway yang ditawarkan investor Rusia kepadanya beberapa hari lalu ini memiliki biaya lebih murah.


Skyway sendiri merupakan kereta dengan sistem rel gantung. Alat transportasi massal ini telah beroperasi di Australia Selatan.

Skyway yang akan dibangun di Bandung Raya, katanya, harus memiliki panjang minimal 100 kilometer.

Dengan panjang tersebut, barulah keuntungan investasinya akan dirasakan investor dan masyarakat pun mendapat manfaat dari transportasi tersebut.

"Jadi orang enggak naik Skyway, terus sambung angkot. Tapi turun terus jalan beberapa puluh meter ke tujuan. Makanya jaringan Skyway minimal harus 100 kilometer, baru menguntungkan. Jangan sampai naik angkot, baru Skyway. Kalau gitu naik angkot saja dari awal," katanya.

Deddy Mizwar mengatakan tidak hanya melulu di Kota Bandung, Skyway ini harus bisa menghubungkan Padalarang, Cimahi, Soreang, dan Jatinangor.

Halaman
12
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved