Breaking News:

TNI AD Tingkatkan Sinergitas dengan Pemerintah Daerah untuk Tanggulangi Bencana

Hal tersebut dikatakan Mulyono dalam sambutannya pada Seminar Nasional Studi Wilayah Pertahanan Pasis Dikreg LV Seksoad TA 2017

TRIBUN JABAR/M SYARIF ABDUSSALAM
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono dalam Seminar Nasional Studi Wilayah Pertahanan Pasis Dikreg LV Seksoad TA 2017, dengan tema "Membangun sinergi TNI AD dengan pemerintah dalam penanggulangan bencana alam di daerah" di Gedung Merdeka Kota Bandung, Selasa (24/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono mengatakan TNI terus berupaya membangun sinergitas dengan pemerintah daerah dan instansi lainnya dalam menanggulangi bencana alam di berbagai daerah di Indonesia.

Hal tersebut dikatakan Mulyono dalam sambutannya pada Seminar Nasional Studi Wilayah Pertahanan Pasis Dikreg LV Seksoad TA 2017, dengan tema "Membangun sinergi TNI AD dengan pemerintah dalam penanggulangan bencana alam di daerah" di Gedung Merdeka Kota Bandung, Selasa (24/10).

Mulyono mengatakan melalui kegiatan ini, Seskoad diharapkan memberikan masukan apa saja peran-peran TNI yang dapat dilakukan untuk menanggulangi bencana alam dan bersinergi dengan pemerintah atau instansi lainnya.

Baca: Ibu Super Kejam! Sudah Menangis Kesakitan, Bayi itu Tetap Didudukinya Hingga Akhirnya Meninggal

"Bencana apapun ada di Indonesia. Kita pun sudah berperan membantu dengan turun ke lapangan, dari semua lini. Dari pelaksanaannya, kita dapatkan apa yang harus diperbaiki. Dengan pengalaman itu kita sempurnakan, sehingga TNI Angkatan Darat bersinergi lebih baik lagi," kata Mulyono di sela kegiatan tersebut.

Secara organisasi, katanya, TNI AD memiliki struktur lengkap sampai level terbawah, termasuk satuan Zeni dan lainnya. Baik personil sampai peralatan dan sarana transportasi pun, katanya, TNI sudah memilikinya. Namun, semua itu tidak dirancang khusus untuk penanggulangan bencana.

"Tapi kekuatan TNI tidak dirancang untuk penanganan bencana di wilayah. Kalau dilibatkan dalam penanganan bencana, tidak bisa sendiri. Contohnya karena ada instansi lain yang punya alat. BNPB pun berdiri di garis depan, peran kita membantu pemda," katanya.


Sinergitas di lapangan saat terjadi bencana, katanya, dapat ditingkatkan dengan peningkatan koordinasi. Dengan cara berkoordinasi dengan berbagai instansi dan masyarakat, penanganan bencana di daerah dapat dilakukan secara maksimal dan saling membantu dengan cara gotong royong.

Walaupun dengan keterbatasan anggaran dan peralatan, kata Mulyono, TNI tidak bisa acuh dengan penanggulangan bencana. Buktinya dengan berbagai keterbatasan dan keunggulan, TNI mampu menanggulangi bencana di berbagai daerah di Indonesia.

TNI, katanya, wajib melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan, di antaranya membantu sejumlah program pemerintah. Salah satu program yang sukses dilaksanakan di lapangan, katanya, adalah program ketahanan pangan dan pembangunan perdesaan.

"Pengalaman membuktikan peran TNI dalam penanggulangan bencana sangat diperlukan. Contohnya saat tsunami di Aceh, kami menurunkan ribuan personil untuk evakuasi, penyelamatan, penyaluran logistik, sampai membangun infrastruktur vital setelah bencana," katanya.

Mulyono mengatakan semua wilayah di Indonesia miliki karakteristik tersendiri dan potensi bencana masing-masing. Pemanasan global pun meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi di Indonesia. Hal ini terlihat dari peningkatan jumlah bencana dari tahun ke tahun. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved