Selasa, 14 April 2026

Wisata Cirebon

Tidak Hanya Wisata Religi, Cirebon Juga Punya Wisata Alam Banyu Panas dan Tebing Tinggi

Wisata alam di Kabupaten Cirebon yang baru dan sedang dikembangkan antara lain pemandian air panas bernama Banyu Panas.

Editor: Kisdiantoro
KOMPAS.COM
Komplek makam Sunan Gunung Jati di Cirebon, Jawa Barat.(Silvita Agmasari) 

TRIBUNJABAR.CO.ID, CIREBON -  Wisata religi identik dengan Kabupaten Cirebon. Itu karena di wilayah utara Jawa ini tersebar banyak tokoh agama yang memiliki peran penting dalam penyebaran agama Islam. Satu di antaranya Sunan Gunung Jati.

Tapi, Kabupaten Cirebon ternyata juga kaya dengan wisata alam loh. Kekayaan itu yang tak banyak diketahui oleh wisatawan. Lalu apa yang akan dilakukan pemerintah untuk mengenalkan wisata alam kepada masyarakat luas?

"Kami lagi mengupayakan mengembangkan wisata alam. Karena kekayaan alamnya cukup banyak dan bagus," ujar Hartono selaku Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Cirebon pada KompasTravel saat menghadiri West Java Travel Mart (WJTM) di Hotel Santika Cirebon, Jumat (12/5/2017).

Wisata alam di Kabupaten Cirebon yang baru dan sedang dikembangkan antara lain pemandian air panas bernama Banyu Panas. Sumber air panas tersebut terletak di Kecamatan Gempol. Kini di lokasi tersebut sudah dibangun sarana-sarana pemandian.

Menurut Hartono, destinasi ini masih akan terus dikembangkan karena potensinya besar. Ia mengatakan tahun ini hingga tahun depan masih akan dibangun kolam berair dingin yang bertaraf internasional.

"Di mana agar bisa selain berendam di air panas, juga bisa berenang di air dingin dengan kualitas kolam yang representatif standar internasional," ujar Hartono.

Selain itu destinasi baru lainnya adalah tebing tinggi di Desa Cupang, Kecamatan Gempol. Tebing tersebut layak untuk menjadi destinasi wisata minat khusus, yaitu panjat tebing, bahkan dengan standar Internasional.

Pihak Disbudparpora Kabupaten Cirebon mengaku sudah melakukan survei kelayakan tebing tersebut oleh para penggiat olahraga dan atlet panjat tebing. Hasilnya, tebing yang hingga saat ini (12/5/2017), belum diberi nama tersebut memiliki kriteria layak untuk lomba internasional dan baru ditemukan satu di Indonesia.

"Para penggiat dan atlet panjat tebing bilang, tebing ini punya karakter khusus. Dari teksturnya keras, kemiringan dan ketajamannya pun sesuai. Harapannya supaya ke depan Kabupaten Cirebon punya juga wisata minat khusus gitu," ujarnya.


Jika Anda yang lebih senang mengunjungi desa-desa wisata yang memilki keunikan tersendiri, Kabupaten Cirebon siap memperkenalkan Kampung Wisata Rotan Galamantro. Desa wisata Rotan Galmantro tersebut berada di Desa Tegalwangi, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon.

Dari namanya, memang Desa/Kampung Wisata tersebut memiliki ciri khas warganya sangat terampil mengolah rotan menjadi karya seni.

Menurut Tejo selaku salah satu pengerajin rotan Galmantro yang datang ke WJTM, di desanya pengrajin rotan memang profesi turun-temurun. Hampir semua warga desa punya keahlian mengolah rotan menjadi kesenian dan properti.

Di sana wisatawan bisa belajar mengolah rotan mulai bahan mentah, pengupasan, hingga pengolahan menjadi furnitur yang cantik dan layak ekspor.

Selain itu, Kabupaten Cirebon memiliki satu desa yang identik dengan pembuatan gerabah. Meski banyak daerah di Indonesia lainnya yang identik dengan gerabah, desa ini memiliki proses gerabah yang proses pembakaran gerabahnya tercepat di dunia.

"Kalau yang lain itu butuh berjam-jam oven grabah, kalau di sana hanya 45 menit. Kalau kata peneliti dari Amerika ini karena jenis tanah yang khas ada di Siti Winangun," ujar Tejo.

Sumber: Kompas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved