Kawasan Industri Babakan Cikao Kumuh, 2.200 Hektare Ditetapkan Kawasan Terbuka Hijau

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menegaskan kawasan industri di Kecamatan Babakan Cikao dinilainya kumuh dan wajib ditata ulang.

Kawasan Industri Babakan Cikao Kumuh, 2.200 Hektare Ditetapkan Kawasan Terbuka Hijau
Tribun Jabar/Mega Nugraha
ILUSTRASI: Aktivitas penambangan pasir di Sungai Cikao, tepatnya di Desa Hegarmanah, Kecamatan Babakan Cikao, Kabupaten Purwakarta, Senin (9/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.CO.ID, PURWAKARTA - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menegaskan kawasan industri di Kecamatan Babakan Cikao dinilainya kumuh dan wajib ditata ulang.

Sejumlah pabrik tekstil berdiri disana seperti PT South Pacific Viscose hingga PT Indobharat Rayon.

‎"Coba anda ke kawasan industri Kota Bukit Indah Kecamatan Bungursari. Meski industri, tapi di sana pohonnya banyak. Bisa jogging, jalan-jalan, udaranya tidak terlalu terkontaminasi. Coba bandingkan ke Babakan Cikao, di sekitar industri, di sana panasnya beda, gersang, dan banyak pemukiman kumuh," ujar Dedi di Gedung DPRD Purwakarta, Jalan Pramuka, Senin (23/10/2017).

Baca: 4 Laga Lagi, Inilah Posisi yang Mungkin Ditempati Persib Bandung pada Akhir Liga 1

‎Menurutnya, kawasan industri di Jatiluhur masih tergolong lebih bersahabat dibanding Kecamatan Babakan Cikao.

"Di sekitar PT Indorama dan sekitarnya itu terbantu karena banyak pohon bambu sehingga ‎tidak sepanas di Babakan Cikao," katanya.

Menurutnya, kawasan Babakan Cikao kumuh karena banyak warga yang menggantungkan hidupnya dengan mengelola limbah padat industri namun tidak ditata dengan baik.


"Sehingga saya minta daerah Babakan Cikao lebih ditata lagi kawasan hijaunya. Apalagi di sana dilewati Sungai Citarum," kata Dedi.

Halaman
12
Penulis: Mega Nugraha
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved