Camat Rancaekek Keluhkan 'Wilayah Tetangga' yang Cuek Pada Masalah Sampah
Rancaekek menjadi tempat menumpuknya sampah, terutama di sungai, padahal sampah tersebut sebagian besar merupakan sampah kiriman
Penulis: Seli Andina Miranti | Editor: Kisdiantoro
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Daerah-daerah yang melakukan kerja sama di bidang lingkungan hidup, yaitu Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang, dan daerah lainnya, diminta untuk konsisten terhadap hasil kerja sama.
Hal tersebut diungkapkan Camat Rancaekek, Baban Banjar, ketika ditemui di Kecamatan Rancaekek, Sabtu (21/10/2017).
"Sudah pernah dilakukan mediasi kan, tapi salah satu pihak kurang perhatian (terkait masalah lingkungan hidup)," ujar Baban Banjar, Camat Rancaekek.
Baban Banjar mengungkapkan, harusnya antar daerah ada koordinasi terkait masalah lingkungan, seperti masalah Sampah.
Lagu Rock Barat Bikin Dua Terpidana Bom 1 Sempat ''Konslet''. Ternyata Lagu Itu Hanya Penyamaran https://t.co/Nx43vdA1ak via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) October 21, 2017
Baban Banjar mencontohkan, Rancaekek menjadi tempat menumpuknya sampah, terutama di sungai, padahal sampah tersebut sebagian besar merupakan sampah kiriman dari wilayah Kabupaten Sumedang.
Sampah-sampah tersebut terseret aliran sungai sehingga berkumpul di wilayah Kecamatan Rancaekek.
"Kan kasihan warga kami, dibersihkan terus tapi sampahnya menumpuk lagi menumpuk lagi," ujar Baban Banjar.
Baban Banjar juga menyoroti perusahaan-perusahaan yang membuang sampah ataupun limbah ke sungai.
Hal tersebut, menurutnya, harus ditindaklanjuti oleh instansi yang lebih tinggi dan memiliki 'power' yang lebih besar dari Pemerintah Kecamatan Rancaekek.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/sungai-cikeruh_20171009_125520.jpg)