Unpad Raih Peringkat 6 se-Indonesia Berdasarkan Penilaian The 2018 QS Asia University Ranking

Peringkat tersebut didapatkan berdasarkan penilaian dari The 2018 QS Asia University Ranking yang dipublikasikan pada Senin (16/10/2017).

Unpad Raih Peringkat 6 se-Indonesia Berdasarkan Penilaian The 2018 QS Asia University Ranking
Tribunjabar/Yongky Yulius
Pimpinan Perusahaan PT Bandung Media Grafika (Tribun Jabar) Dr H Pitoyo (kiri) dan Rektor Unpad Periode 2015-2019 Prof. Dr. med. Tri Hanggono Achmad, dr. (kanan), sedang berdiskusi mengenai capaian Unpad mendapatkan peringkat 6 se-Indonesia. Jumat (20/10/2017), di ruangan Rektor Unpad. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung patut berbangga karena masuk dalam peringkat enam besar perguruan tinggi se-Indonesia.

Peringkat tersebut didapatkan berdasarkan penilaian dari The 2018 QS Asia University Ranking yang dipublikasikan pada Senin (16/10/2017).

Rektor Unpad Periode 2015-2019 Prof Dr med Tri Hanggono Achmad menegaskan, prestasi itu didapat karena program riset bagi dosen Unpad menjadi prioritasnya.

Baca: Gian Zola Berpeluang Jadi Starter Lagi, Begini Kata Herrie Setyawan

"Kami cuma mengikuti rencana strategi kementerian kita. Kementerian kita itu kan sekarang mendorong penguatan riset. Karena dengan riset bisa memperkuat desain bangsa. Maka saya punya strategi, kalau kita perbanyak riset, kita bisa punya banyak publikasi, meningkatkan jumlah profesor dan mempercepat masa studi," ujar Tri Hanggono kepada Tribun Jabar, di ruangannya, Jumat (20/10/2017).

Hasilnya, pada tahun 2017 ini tercatat sebanyak sembilan dosen meraih jenjang Profesor.

Sebanyak 21 dosen sudah diajukan menjadi profesor dan berkasnya sudah masuk Kementerian Pendidikan Tinggi.

"Alhamdulillah potensinya baik. Mereka yang muda di jabatan Lektor atau Lektor Kepala publikasinya sudah banyak. Untuk mencapai Profesor minimal harus empat publikasi terindeks Scopus," ujar Tri Hanggono.

Selain itu, Tri Hanggono pun mendorong penguatan riset, karena dapat berdampak baik pada aspek lainnya, seperti meningkatnya jumlah publikasi yang terindeks Scopus.

Halaman
12
Penulis: Yongky Yulius
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved