Jumat, 10 April 2026

Sekretaris FKPT Jabar : Seni dan Budaya Bisa Cegah Radikalisme dan Terorisme

Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Barat selenggarakan dialog interaktif di Grand Hotel Pasundan

Penulis: Yongky Yulius | Editor: Dedy Herdiana
TRIBUN JABAR/Yongky Yulius
Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Barat menggelar dialog interaktif di Grand Hotel Pasundan, Bandung, Kamis (19/10/2017). Dialog itu membahas mengenai pelibatan komunitas seni dan budaya dalam pencegaha terorisme. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Barat selenggarakan dialog interaktif di Grand Hotel Pasundan, Bandung, Kamis (19/10/2017). Dialog itu membahas mengenai pelibatan komunitas seni dan budaya dalam pencegahan terorisme.

Hadir sebagai narasumber dalam dialog itu, Fikar W Eda, Acep Zamzam Noor, Ahda Imran, dan Taufik Faturahman.

Dalam sambutannya, Sekretaris FKPT Jabar Gustiana Isya Marjani mengatakan jika seni dan budaya dapat digunakan untuk mencegah radikalisme dan terorisme.

"Seni dan budaya merupakan salah satu media yang dapat digunakan dalam mencegah radikalisme dan terorisme. Sementara itu, sastra dapat membangun harmoni dan kesatuan dari berbagai perbedaan," ujar Gustiana.

Baca: Masyaallah ! Kucing Ini Rupanya Tahu Kalau Alquran Itu Kitab Suci, Lihat Videonya di Sini

Melalui jargon "Sastra Cinta Damai, Cegah Paham Radikal", lanjut Gustiana, komunitas seni budaya diharapkan dapat menjadi pelopor dalam mewujudkan tatanan masyarakat yang senantiasa menjaga perdamaian.

"Maka momuntem kali ini, berkumpulnya komunitas seni dan budaya ditujukan untuk menambah wawasan peserta mengenai upaya cegah tangkal paham radikalisme dan terorisme di Jawa Barar," kata Gustiana.


Selesai melakukan sambutan, acara dialog interaktif pun secara resmi dibuka.

Saat dialog, narasumber Fikar W Eda memaparkan mengenai sastra yang dapat memberikan dimensi yang lain dalam pencegahan radikalisme dan terorisme. Sehingga, memberikan pendekatan yang lebih soft dan cenderung lebih mudah diterima oleh masyarakat.

Sementara itu, Acep Zamzan Noor memaparkan nilai-nilai sastra melalui gerakan literasi yang dapat memberikan penyadaran kepada masyarakat bahwa dalam memahami teks, pembaca tidak hanya menggunakan satu perspektif semata. Melainkan, dapat memahami untaian kata tersebut dari berbagai perspektif.

Acara dialog interaktif ditutup dengan deklarasi anak negeri di bawah bendera merah putih yang diikuti 150 orang peserta. Melalui deklarasi itu, FKPT Jabar berharap mampu menginspirasi masyarakat, bahwa sastra bisa menjadi benteng dalam memerangi paham-paham radikalisme dan terorisme. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved