Musim Pancaroba BPBD Imbau Camat Deteksi Dini Bencana, Ada 42 Daerah Rawan
Harus meningkatkan kewaspaaan terhadap bencana sekaligus memberikan informasi yang memadaI kepada masyarakat
Penulis: Yudha Maulana | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yudha Maulana
TRIBUNJABAR.CO.ID, BALEENDAH- Berdasarkan informasi dari Badan Meterologi dan Geofisika pada September terjadi peralihan musim di seluruh wilayah di Indonesia, termasuk Kabupaten Bandung.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten (Kab) Bandung mengumumkan, peralihan musim atau pancaroba akan berimplikasi pada cuaca ekstrem yang memungkinkan terjadinya banjir, longsor, angin puting beliung, dan wabah penyakit.
Kepala BPBD Kab Bandung, Sofian Nataprawira, melalui Kepala Pelaksana Harian BPBD Kab Bandung, Tata Irawan mengimbau seluruh camat untuk meningkatkan kewaspaaan dan deteksi dini bencana.
Tunjukkan Solidaritas Sepak Bola, Ernest Prakasa Galang Dana Untuk Keluarga Choirul Huda: Respect! https://t.co/orE1VOAtXd via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) October 18, 2017
"Harus meningkatkan kewaspaaan terhadap bencana sekaligus memberikan informasi yang memadaI kepada masyarakat," ujar Tata melalui pesan singkat, Kamis (19/10/2017).
Ia pun menghimbau agar masyarakat melakukan kegiatan preventif seperti membersihkan sungai, menata sistem drainase dan saluran-saluran air dari sampah yang dapat menyumbat dan menimbulkan banjir.
Baca: Jengkel Motornya Ditilang, Warga Matikan Aliran Air ke Asrama Polisi
Seperti diketahui di Kabupaten Bandung, ada 16 daerah yang rawan banjir, 22 rawan longsor, serta 6 yang rawan puting beliung.
Sebelumnya, Kamis (19/10/2017) dini hari banjir menerjang Kampung Paledang Indah 13, Desa Bojong Kunci, Kabupaten Bandung.
Banjir setinggi 100 cm itu, menyebabkan 5 KK yang terdiri dari 15 jiwa mengungsi ke masjid sekitar.
Hingga berita ini diturunkan, banjir telah surut dan pengungsi telah kembali ke rumahnya masing-masing.(*)
