Anggaran APBN Untuk Kaum Adat Terpencil Masih Minim, Harus Ada Terobosan Program

Padahal pengurusan KAT harus terintegerasi dengan stakeholder lainnya dan tak bisa hanya satu bidang saja.

TRIBUN JABAR/Seli Andina Miranti
Krisna Mukti sebagai Duta KAT ketika memberikan sosialisasi terkait KAT di Kampus Fisip Unpad Jatinangor, Rabu (18/10/2017). 

Sebagian besar permasalahan yang dialami KAT berakar pada keterpencilan yang menyebabkan keterbatasan akses pelayanan sosial dasar.

Lebih jauh lagi, permasalahan lainnya adalah keadaan KAT yang tertutup, homogen, dan penghidupannya yang masih tergantung pada sumber daya alam.

"Kondisi ini menyebabkan komunitas tersebut menjadi marjinal di pedesaan dan rentan secara sosial ekonomi," ujar Krisna.

Untuk itu, perlu ada serangkaian upaya yang bertujuan meminimalisir masalah-masalah KAT yang sudah ada.

Upaya yang diambil dilakukan diantaranya melalui bimbingan sosial, penyiapan lahan pemukiman, pembangunan rumah sederhana, juga sarana dan prasarana lingkungan sosial.

Selain itu dapat juga melalui bantuan peternakan dan bibit tanaman dan pengembangan ekonomi lokal.

Penulis: Seli Andina Miranti
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved