Anggaran APBN Untuk Kaum Adat Terpencil Masih Minim, Harus Ada Terobosan Program

Padahal pengurusan KAT harus terintegerasi dengan stakeholder lainnya dan tak bisa hanya satu bidang saja.

Anggaran APBN Untuk Kaum Adat Terpencil Masih Minim, Harus Ada Terobosan Program
TRIBUN JABAR/Seli Andina Miranti
Krisna Mukti sebagai Duta KAT ketika memberikan sosialisasi terkait KAT di Kampus Fisip Unpad Jatinangor, Rabu (18/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina Miranti

TRIBUNJABAR.CO.ID, SUMEDANG - Kaum Adat Terpencil (KAT) masih membutuhkan banyak bantuan untuk mendapatkan kualitas pelayanan sosial yang setara dengan masyarakat lainnya. Sayangnya, anggaran APBN yang dialokasikan untuk membantu KAT masih sangat sedikit.

Hal itu disampaikan, Duta KAT 2017, Krisna Mukti ketika ditemui Tribun Jabar dalam kunjungannya ke Kampus FISIP Unpad di Jatinangor, Rabu (18/10/2017).

Baca: Sejumlah Musisi Ternama Bakal Tampil di Sini, Cocok Buat Isi Weekend di Bandung

"Memang ranahnya komisi VIII, di mana saya tidak di situ, saya kurang mengikuti perkembangan, tapi yang saya tahu porsi APBN untuk KAT sangat kecil," ujar Krisna Mukti yang juga anggota DPR RI ini.

Porsi anggaran APBN yang kecil untuk KAT, kata Krisna Mukti, membuat kegiatan-kegiatan yang ditujukan bagi peningkatan taraf hidup KAT pun sangat terbatas.

Padahal pengurusan KAT harus terintegerasi dengan stakeholder lainnya dan tak bisa hanya satu bidang saja.

"Mulai dari stakeholder di bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, peternakan, pertanian, dan yang lainnya harus ikut 'nimbrung' juga," ujarnya.

Menurut Krisna, KAT sejak dahulu memiliki segudang permasalahan. Permasalahan itu yang coba dikikis sedikit demi sedikit oleh pemerintah.

Halaman
12
Penulis: Seli Andina Miranti
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved