Minggu, 12 April 2026

Viral Media Sosial

Waspada, Diduga Konsumsi Seblak Salah Olah, Seorang Bocah di Bandung Menderita Usus Buntu

Imbauan dr Edward kepada para orang tua harus mewaspadai setiap makanan instan yang dikonsumsi anaknya.

Penulis: Daniel Andreand Damanik | Editor: Ichsan
Tribunjabar/Daniel Andreand Damanik
Desy dan pihak Rumah Sakit Immanuel Bandung saat memberikan keterangan kepada sejumlah awak media, Senin (16/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Pada 8 Oktober 2017, Desy Puspita memposting penyakit yang dialami anaknya setelah mengkonsumsi kerupuk seblak.

Desy memposting pernyataan seorang dokter yang bernama dr Edward yang menyebutkan, akibat mengkonsumsi kerupuk seblak, Salma (11) anaknya mengalami penyakit usus buntu.

Baca: Delapan Tokoh Diundang PDIP Presentasi, Termasuk Susi dan Netty, Hanya Emil yang Tidak Diundang

"Sebelumnya anak saya kondisinya sehat, tidak ada riwayat penyakit apapun yang diderita Salma," kata Desy di Rumah Sakit Immanuel, Jalan Kopo, Bandung (16/10/2017).

Menurut Desy, anaknya mengkonsumsi kerupuk seblak pada 6 Oktober 2017.



Setelah merasakan sakit yang diduga dampak dari mengkonsumsi kerupuk seblak, Salma mendapatkan perawatan medis di RS Immanuel selama empat hari.

"Makanan ini kesukaan anak saya. Banyak kemungkinan yang saya asumsikan tentang penyakit yang diderita anak saya, mungkin memasak kerupuknya kurang matang, kurang higienis sehingga masih ada yang kenyal dan yang keras," kata Desy.

Kerupuk seblak yang dimaksud Desy adalah, kerupuk seblak berwarna-warni keriting menyerupai mi yang biasa dibeli oleh Salma.

Dokter Spesialis Bedah Anak RS Immanuel, dr Edward Simamora mengatakan, sudah beberapa kali menangani kasus yang mirip dan harus diambil tindakan operasi.

"Beberapa kali kami melakukan penelitian terhadap kerupuk seblak yang sudah dimasak dan dimasukkan ke dalam air mineral dan dibiarkan beberapa waktu, hasilnya kerupuk seblak tersebut tidak hancur semua bahkan ada yang masih keras," ujar dr Edward di RS Immanuel, Bandung (16/10/2017).

Imbauan dr Edward kepada para orang tua harus mewaspadai setiap makanan instan yang dikonsumsi anaknya.

"Khususnya untuk jajanan anak-anak di sekolah maupun luar sekolah, harus tetap diperhatikan," katanya.

Edward juga menambahkan, bahwa pencernaan anak-anak belum bisa disamakan dengan pencernaan orang dewasa dalam mengelola makanan di dalam tubuh.

Menurut Desy, Salma saat ini sudah pulang ke rumahnya.

"Dokter Edward mengatakan kepada kami, jika di rumah kembali merasakan sakit, langsung bawa ke rumah sakit dan akan dilakukan tindakan operasi," kata Desy.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved