Viral Media Sosial
Waspada, Diduga Konsumsi Seblak Salah Olah, Seorang Bocah di Bandung Menderita Usus Buntu
Imbauan dr Edward kepada para orang tua harus mewaspadai setiap makanan instan yang dikonsumsi anaknya.
Penulis: Daniel Andreand Damanik | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Daniel Andreand Damanik
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Pada 8 Oktober 2017, Desy Puspita memposting penyakit yang dialami anaknya setelah mengkonsumsi kerupuk seblak.
Desy memposting pernyataan seorang dokter yang bernama dr Edward yang menyebutkan, akibat mengkonsumsi kerupuk seblak, Salma (11) anaknya mengalami penyakit usus buntu.
Baca: Delapan Tokoh Diundang PDIP Presentasi, Termasuk Susi dan Netty, Hanya Emil yang Tidak Diundang
"Sebelumnya anak saya kondisinya sehat, tidak ada riwayat penyakit apapun yang diderita Salma," kata Desy di Rumah Sakit Immanuel, Jalan Kopo, Bandung (16/10/2017).
Menurut Desy, anaknya mengkonsumsi kerupuk seblak pada 6 Oktober 2017.
Pengemudi Ojek Online Cantik Ini Sudah Enggak Sabar Ingin Ngojek Lagi, Sudah Empat Hari Off https://t.co/LV0CW697Dx via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) October 16, 2017
Setelah merasakan sakit yang diduga dampak dari mengkonsumsi kerupuk seblak, Salma mendapatkan perawatan medis di RS Immanuel selama empat hari.
"Makanan ini kesukaan anak saya. Banyak kemungkinan yang saya asumsikan tentang penyakit yang diderita anak saya, mungkin memasak kerupuknya kurang matang, kurang higienis sehingga masih ada yang kenyal dan yang keras," kata Desy.
Kerupuk seblak yang dimaksud Desy adalah, kerupuk seblak berwarna-warni keriting menyerupai mi yang biasa dibeli oleh Salma.
Dokter Spesialis Bedah Anak RS Immanuel, dr Edward Simamora mengatakan, sudah beberapa kali menangani kasus yang mirip dan harus diambil tindakan operasi.
"Beberapa kali kami melakukan penelitian terhadap kerupuk seblak yang sudah dimasak dan dimasukkan ke dalam air mineral dan dibiarkan beberapa waktu, hasilnya kerupuk seblak tersebut tidak hancur semua bahkan ada yang masih keras," ujar dr Edward di RS Immanuel, Bandung (16/10/2017).
Ini Fakta-fakta ''Rumah Pengabdi Setan'' di Pangalengan yang Mendadak Ramai Dikunjungi Orang https://t.co/GpyNUWUeVp via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) October 16, 2017
Imbauan dr Edward kepada para orang tua harus mewaspadai setiap makanan instan yang dikonsumsi anaknya.
"Khususnya untuk jajanan anak-anak di sekolah maupun luar sekolah, harus tetap diperhatikan," katanya.
Edward juga menambahkan, bahwa pencernaan anak-anak belum bisa disamakan dengan pencernaan orang dewasa dalam mengelola makanan di dalam tubuh.
Menurut Desy, Salma saat ini sudah pulang ke rumahnya.
"Dokter Edward mengatakan kepada kami, jika di rumah kembali merasakan sakit, langsung bawa ke rumah sakit dan akan dilakukan tindakan operasi," kata Desy.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/desy_20171016_165257.jpg)