Sabtu, 18 April 2026

Pilgub Jabar

Dedi Mulyadi Yakin Koalisi Golkar-Hanura Tak Akan Pecah seperti Gerindra-PKS

Karenanya Dedi yakin DPP akan setuju dengan hasil kerja dirinya yang sudah sesuai dengan permintaan dari DPP sendiri.

Penulis: Ferry Fadhlurrahman | Editor: Ravianto
TRIBUN JABAR/M SYARIF ABDUSSALAM
Salam Pancasila, Ketua DPD Partai Golkar Jabar Dedi Mulyadi dan Ketua DPD PDIP Jabar TB Hasanuddin bersama setiap sekretaris dan bendahara partai di Kantor DPD PDIP Jabar, Jumat (13/10/2017). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Ferry Fadhlurrahman

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sangat yakin bahwa koalisi yang ia bentuk bersama PDIP dan Partai Hanura tidak akan pecah seperti PKS dan Partai Gerindra. Karena adanya proses yang sesuai dan juga calon yang merupakan kader.
"Saya kan ditugasi oleh partai untuk membangun koalisi sesuai rapat pleno. Nah sudah saya laksanakan dalam waktu seminggu setengah. Kan hasil keputusan rapat pleno mutlak," ujar Dedi di Kantor DPD PDIP Jawa Barat, Bandung, Jumat (13/10/2017).
Karenanya Dedi yakin DPP akan setuju dengan hasil kerja dirinya yang sudah sesuai dengan permintaan dari DPP sendiri.
Terlebih PDIP dan Partai Golkar sangat kuat secara modal kursi di DPRD dan juga personel di lapangan.
Dari awal pertemuan kedua partai Golkar dan PDIP banyak spekulasi kalau kedua partai tersebut akan mampu menyaingi kekuatan koalisi PKS-Gerindra. Namun dengan PKS-Gerindra yang pecah kongsi, maka keduanya pada saat ini mempunyai komposisi koalisi yang sangat kuat, dengan tambahan Partai Hanura maka jumlah kursi di DPRD mencapai 40 kursi.
Dedi Mulyadi juga meyakini kalau partai harus mengedepankan kader partai agar tidak ada kesalahpahaman antara pengurus pusat dan daerah.
"Pusat juga harus berani ambil resiko untuk mengedankan kader untuk memimpin daerah. Jangan non-kader malah dikedepankan," ujar Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi sendiri adalah satu-satunya dari tiga calon kuat yang merupakan kader partai. Kalau kita hanya memperhitungkan tiga kandidat kuat yaitu Dedi Mulyadi, Deddy Mizwar dan Ridwan Kamil.
Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar bukan seorang kader partai dan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil juga sudah terang terangan menolak menjadi kader.
Karena itulah menurutnya partai harus mempunyai kepercayaan kepada kader untuk memimpin daerah.(*)
Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved