Breaking News:

Siaga Bencana

Badan Geologi Tingkatkan Kepedulian Masyarakat Akan Bencana Lewat Sekolah

Untuk meningkatkan kepedulian masyarakat akan potensi bencana di sekelilingnya, Badan Geologi bekerja sama dengan sekolah untuk hal tersebut.

Penulis: Theofilus Richard | Editor: Jannisha Rosmana Dewi
TRIBUNJABAR.CO.ID/THEOFILUS RICHARD
Plt. Badan Geologi Kementerian ESDM menunjukan contoh peta kebencanaan di Auditorium Geologi, Jalan Diponegoro, Bandung, Rabu (11/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG – Untuk meningkatkan kepedulian masyarakat akan potensi bencana di sekelilingnya, Badan Geologi bekerja sama dengan sekolah untuk hal tersebut.

Cara ini juga disebut strategi pengenalan bencana tanpa mengeluarkan anggaran yang besar.

“Ini strategi, dengan anggaran terbatas, kita tingkatkan kepedulian yang sifatnya berkelanjutan melalui sekolah,” ujar Kepala Mitigasi Gerakan Tanah Badan Geologi, Agus Budianto kepada wartawan di Auditorium Geologi, Rabu (11/10/2017).

Nantinya Badan Geologi akan memberikan edukasi pada murid di sekolah mengenai kebencanaan.

Setelah murid atau siswa di sekolah memiliki pemahaman, diharapkan akan disampaikan pada keluarganya.

“Mereka yang di kawasan rawan bencana, gurunya dibina, murid dibina. Murid yang akan menginformasikan kepada keluarga masing-masing di daerah rawan bencana,” ujarnya.

Ia juga mengatakan partisipasi masyarakat sangat diperlukan untuk meminimalisasi korban bencana tanah longsor.

Karena menurutnya, longsor bukan semata-mata disebabkan oleh datangnya musim penghujan, tetapi juga perilaku manusia yang membangun rumah atau pemukiman di wilayah berbukit.

“Kalau mereka bermukim di ketinggian, harus diperhatikan tanamannya, tata guna lahan, dan airnya, konsepnya seperti itu. Kalau itu tidak diberi pemahmaan secara berkelanjutan, kita akan mendapat persoalan itu,” ujarnya.

Nantinya diharapkan masyarakat akan semakin peka terhadap lingkungannya dan segera melapor pada Badan Geologi atau BPBD setempat jika terjadi perubahan atau pergerakan tanah pada lingkungannya.

“Diharapkan seperti saya informasikan, mereka tahu daerah mereka sendiri, bahwa setiap perubahan mereka tahu. Pohon miring bergerak atau tidak kan mereka yang tahu. Kalau mereka lambat menginformasikan akan bermasalah,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved