Menteri Hanif Beberkan Solusi untuk Atasi Masalah Tenaga Kerja Sekarang Ini

Hal itu dikatakan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Hanif Dhakiri dalam Talk Show bertajuk "Inspiring Leader" dalam . . .

TRIBUN JABAR/Isal Mawardi
Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Hanif Dhakiri di Hotel Aryaduta Bandung, Rabu (11/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isal Mawardi

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Perkembangan teknologi yang semakin tidak terbendung membuat beberapa pekerja harus rela posisinya digeser oleh mesin dan teknologi canggih.

Hal itu dikatakan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Hanif Dhakiri dalam Talk Show bertajuk "Inspiring Leader" dalam rangka refleksi 89 tahun peringatan hari Sumpah Pemuda di Hotel Aryaduta Bandung, Rabu (11/10/2017).

Pekerja yang hanya menyandang lulusan SD dan SMP, kata Hanif akan sulit memperoleh pekerjaan lain jika tidak mempunyai skill.

Untuk itu, pemerintah pusat diwakili Kementerian Ketenagakerjaan menawarkan pelatihan skill agar mereka yang ter-PHK, mempunyai skill tambahan sehingga dapat bersaing dengan pekerja yang lain.

Baca: Pemukulan di SMPN 4 Rancaekek Akibat Guru Dilecehkan Murid, Ini Kesaksian Murid pada Ibunya!

Namun, diakui Hanif ada 3 permasalahan utama yang saat ini dihadapi Kementerian Ketenagakerjaan.

"Pertama, siapa yang bayar trainingnya? Kedua, jika training 3 sampai 5 bulan, mereka dapat uang makan dari mana? Ketiga, jika sudah punya skill, lalu baru mendapatkan pekerjaan selama 3 atau 6 bulan kemudian, terus keluarga mereka makan pakai apa selama itu?" papar Hanif.

Untuk mengatasi masalah tersebut, kata Hanif, pihaknya sedang berupaya menyusun program sebagai bentuk solusinya.


Untuk masalah pertama, Kementerian Ketenagakerjaan sedang merancang Skill Development Training berkerja sama dengan lembaga training.

Pemerintah juga akan memberikan subsidi sehingga meringankan beban pekerja yang ingin menambah skill.

Sementara untuk masalah kedua dan ketiga, Pemerintah menyiapkan program Unemployement Benefit.

Progam tersebut merupakan pemberian dana untuk pekerja yang ter-PHK yang diberikan setiap bulan.

"Namun, program Unemployement Benefit ini hanya berlaku selama satu tahun, selebihnya menjadi urusan masing-masing. Program ini juga hanya ditujukan untuk para pekerja yang ter-PHK akibat perkembangan teknologi yang semakin signifikan, bukan kepada pengangguran," jelas Hanif.  (*)

Penulis: Isal Mawardi
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved