Fresh Graduate Kerap Digaji Rendah oleh Perusahaan, Menteri Ketenagakerjaan Siapkan Subsidi

Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Hanif Dhakiri, membeberkan permasalahan utama sarjana muda di era informatika mengenai pekerjaan ini.

TRIBUNJABAR.CO.ID/ISAL MAWARDI
Hanif Dhakiri, Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, di Hotel Aryaduta Bandung, Rabu (11/10/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isal Mawardi

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Saat ini, lulusan dengan predikat sarjana tidak menjamin cepat mendapatkan pekerjaan dengan bayaran yang tinggi.

Persoalan utamanya adalah tidak adanya kesepakatan antara fresh graduate dengan perusahaan mengenai gaji bulanan.

Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Hanif Dhakiri, membeberkan permasalahan utama sarjana muda di era informatika mengenai pekerjaan ini.

"Fresh graduate merasa mendapatkan gelar sarjana itu sulit bukan main. Pantas mendapatkan jabatan dan gaji yang tinggi. Sebaliknya, karena dimudahkan dengan teknologi, banyak fresh graduate yang tidak kompeten. Di sini perusahaan enggan memberi jabatan dan gaji tinggi," ujar Hanif Dhakiri, Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, di Hotel Aryaduta Bandung, Rabu (11/10/2017).

Akibatnya, banyak perusahaan di Indonesia memberikan lowongan pekerjaan kepada fresh graduate setara dengan lowongan lulusan SMA.


Menurut Hanif Dhakiri, sebagian besar fresh graduate di Indonesia lebih rela menganggur dari pada harus bekerja dengan jabatan setara SMA dan menerima gaji yang lebih kecil dari yang diharapkan.

Untuk itu, Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia sedang merancang skema subsidi untuk fresh graduate.

"Sistemnya, nanti subsidi tersebut akan digabungkan dengan jumlah gaji yang ditawarkan perusahaan kepada fresh graduate," ujar Hanif Dhakiri.

Halaman
12
Penulis: Isal Mawardi
Editor: Jannisha Rosmana Dewi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved