Ternyata ! PBB Bantah Terima Petisi Referendum Papua Barat

Koordinator Gerakan Pembebasan Papua Barat Benny Wenda, mengatakan kepada pers bahwa 1,8 juta orang Papua Barat telah menandatangani petisi rahasia.

Editor: Dedy Herdiana
AP Photo /KOMPAS.com
Markas PBB di AS. 

TRIBUNJABAR.CO.ID, NEW YORK - Rafael Ramirez, Kepala Komite Dekolonisasi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menolak laporan petisi rahasia yang menuntut referendum bebas untuk kemerdekaan di Papua Barat.

Koordinator Gerakan Pembebasan Papua Barat Benny Wenda, seperti dilansir Tribunnews.com dari  Australia Plus ABC, mengatakan kepada pers bahwa 1,8 juta orang Papua Barat telah menandatangani petisi rahasia.

Petisi itu ditandatangani dari rumah ke rumah, dan dari desa ke desa di seluruh provinsi itu.

Dalam laporan tersebut, Benny Wenda mengaku mengajukan petisi itu kepada Komite Khusus untuk Dekolonisasi PBB.

Baca: Posisi Emral Abus di Persib Tak Aman, Maung Bandung Main Mata dengan Kiatisuk Senamuang

Namun dari New York, ketua komite mengatakan, tidak ada petisi yang diterimanya.

Dia pun menegaskan, laporan -yang pertama kali dimuat di surat kabar The Guardian, itu adalah sebuah manipulasi.

"Beberapa orang mencoba menggunakan saya, dan mencoba memanipulasi atau apa pun," kata Rafael Ramirez.


Ramirez mengatakan, Papua Barat tidak menjadi agenda komite dan pihaknya memiliki hubungan yang sangat baik dan kuat dengan Indonesia.

"Indonesia adalah sahabat kami yang sangat baik," sebut dia.

Pemerintah Indonesia mengecam laporan petisi tersebut, dan mengatakan bahwa petisi itu adalah aksi politik tanpa kredibilitas. (TRIBUNNEWS.COM)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved