Kelurahan Lebak Siliwangi Bandung Miliki Taman Baca Hampir di Setiap RW
"Jadi di Kelurahan Lebak Siliwangi yang jumlahnya ada enam RW. Di tiap RW itu juga kami memiliki taman baca," ujar Nur Shomaddin.
Penulis: Yongky Yulius | Editor: Jannisha Rosmana Dewi
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Buku harus dijadikan sebagai kebutuhan sehari-hari. Hal itu dikatakan oleh Lurah Lebak Siliwangi Bandung, Nur Shomaddin, saat ditemui Tribun Jabar, Jumat (29/9/2017), di kantornya.
Berbekal semangat itulah, Kelurahan Lebak Siliwangi hampir memiliki taman baca di setiap RW.
"Jadi di Kelurahan Lebak Siliwangi yang jumlahnya ada enam RW. Di tiap RW itu juga kami memiliki taman baca," ujar Nur Shomaddin.
Taman baca itu memang sudah dibangun sebelum Nur Shomaddin diangkat menjadi Lurah. Namun, semenjak ia menjabat, ia bertekad menjadikan taman baca sebagai kebutuhan warga.
Sebut Rezekinya 'Cuma Segini', Sunan Kalijaga Kena Sindir Netizen: Kasihan Anakmu Soleha Pak! https://t.co/cYQU6IeYAd via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) September 29, 2017
Buku-buku koleksi di taman baca tiap RW itu berasal dari berbagai sumber.
"Kebanyakan dari swadaya masyarakat. Ada juga sumbangan, misal dari mahasiswa ITB," ujar Nur Shomaddin.
Taman baca itu, lanjut Nur Shomaddin, tidak hanya difungsikan sebagai tempat membaca bagi warga. Namun, biasa juga digunakan sebagai tempat diskusi dan bedah buku.
Diskusi dan bedah buku memang tidak dilaksanakan rutin. Tergantung kesediaan dari relawan pengurus taman baca.
"Taman baca itu ruangannya memang terbatas. Ada yang bergabung juga dengan ruang pertemuan warga. Jadi, diskusi dan bedah buku belum dilaksanakan rutin. Tergantung relawannya pengurus taman bacanya juga," ujar Nur Shomaddin.
Disarankan Pacaran dengan Pria Asing, Dewi Perssik Bilang Mantannya Sakit: Mungkin Sakit Hap Hap Hap https://t.co/bioXZlaFAk #TribunJabar pic.twitter.com/7njf8YVNPA
— Tribun Jabar (@tribunjabar) September 29, 2017
Saat Tribun Jabar berkunjung ke salah satu taman baca itu, tampak rak buku ditempel di dinding.
Tidak hanya koleksi buku anak-anak yang terlihat di rak buku itu. Terdapat juga buku pengetahuan umum.
Beberapa anak-anak dan perempuan dewasa pun tampak sedang membaca buku sambil sesekali berdiskusi.
Selain buku, di lokasi taman baca juga terdapat beberapa alat musik seperti gitar.
"Alhamdulillah yang baca di taman baca tidak hanya anak-anak. Semua kalangan ada. Di sini kami tidak memungut biaya sama sekali, kalau mau baca tinggal datang saja," kata Nur Shomaddin.
