Kamis, 28 Mei 2026

Dulunya Pernah Susah Mengakses Perpustakaan, Lurah Ini Buat Taman Baca Berkualitas di Tiap RW

Saat ia masih sekolah dulu, kata Nur Shomaddin, untuk membaca buku ia harus meminjam di perpustakaan yang lokasinya jauh.

Tayang:
Penulis: Yongky Yulius | Editor: Jannisha Rosmana Dewi
Istimewa
Suasana di taman baca Kelurahan Lebak Siliwangi yang ada di setiap RW. Foto diambil Kamis (29/9/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Lomba taman baca tingkat Kelurahan Lebak Siliwangi Bandung yang sedang dilaksanakan rupanya berawal dari pengalaman pribadi Lurahnya, Nur Shomaddin.

"Iya pasti dari pengalaman pribadi. Jadi, dulu itu di Bandung saya kalau mau baca buku perpustakaan susah," ujar Nur Shomaddin, kepada Tribun Jabar, Jumat (29/9/2017), di kantornya.

Saat ia masih sekolah dulu, kata Nur Shomaddin, untuk membaca buku ia harus meminjam di perpustakaan yang lokasinya jauh.

Bahkan, Nur Shomaddin harus menaiki angkutan kota terlebih dahulu untuk mencapai perpustakaan.

"Dulu itu di Bandung tahun 80-an kalau mau ke perpustakaan lokasinya jauh. Saya harus naik angkot dulu. Pernah juga saya kesasar naik angkot," ujar Nur Shomaddin.


Kemudian, kata Nur Shomaddin, kadang juga saat sampai di lokasi, perpustakaannya malah tutup, sehingga terpaksa ia harus kembali pulang.

Karena kesulitan-kesulitan itulah Nur Shomaddin bersama Kelurahan Lebak Siliwangi berkeinginan untuk membuat taman baca berkualitas di tiap RW dengan membuat lomba taman baca.

"Jadi kami memiliki enam RW. Di tiap RW ada taman baca. Buku-bukunya hasil swadaya masyarakat. Pada lomba kali ini, hanya empat taman baca di tiap RW saja yang diikutikan lomba," ujar Lurah Lebak Siliwangi Nur Shomaddin, kepada Tribun Jabar, Jumat (29/9/2017).

Lomba itu, lanjut Nur Shomaddin, dinilai oleh tim dari Dinas Perpustakan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Bandung.

Nantinya, lomba akan diumumkan pada Sabtu (30/9/2017). Pemenangnya akan mendapatkan piala dan penghargaan dari pihak kelurahan.

"Di tiap taman baca itu ada relawan pengurusnya. Nanti yang taman bacanya keluar sebagai pemenang akan mendapatkan piala dan penghargaan dari Kelurahan. Mungkin dari Dispusip juga ada," ujar Nur Shomaddin.

Aspek yang dinilai, menurut Nur Shomaddin, sepenuhnya tergantung pada tim dari Dispusip.

Kemungkinan, menurut Nur Shomaddin, aspek yang dinilai adalah dari jumlah pembaca per harinya atau dari komposisi kategori buku yang tersedia.

"Alhamdulillah dari Dispusip sangat mengapresiasi. Idenya memang dari Kelurahan Lebak Siliwangi. Lalu kami mengajukan ke Dispusip. Kata Dispusip lomba di taman baca tingkat kelurahan pertama kali diadakan di Kota Bandung. Tapi saya tidak tahu kalau di kelurahan lain," ujar Nur Shomaddin.

Melalui lomba taman baca itu, Nur Shomaddin berharap, nantinya masing-masing taman baca di tingkat RW akan meningkatkan kualitasnya, lalu, warga pun akan menjadikan buku sebagai kebutuhan sehari-hari.


"Saya harap buku dapat menjadi seperti udara (oksigen) dibutuhkan masyarakat. Jadi, masyarakat akan mencari-cari dan membaca buku setiap hari," ujar Nur Shomaddin.

Saat Tribun Jabar berkunjung ke salah satu taman baca itu, tampak rak buku ditempel di dinding.

Tidak hanya koleksi buku anak-anak yang terlihat di rak buku itu. Terdapat juga buku pengetahuan umum.

Beberapa anak-anak dan perempuan dewasa pun tampak sedang membaca buku sambil sesekali berdiskusi.

Selain buku, di lokasi taman baca juga terdapat beberapa alat musik seperti gitar.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved