Selasa, 14 April 2026

Anda Pecinta Teh? Jangan Lewatkan Bandung Tea Festival, Segala Macam Soal Teh Ada di Sini

Para penikmat teh bakal dimanjakan dengan pilihan jenis teh, mulai dari teh hitam, teh hijau, teh merah, sampai teh putih yang legendaris.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ichsan
Tribunjabar/Syarif Abdussalam
Satu stan di Bandung Tea Festival 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Berbagai jenis teh dari puluhan perkebunan di Jawa Barat disajikan di Bandung Tea Festival di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (29/9/2017). Tidak hanya teh kering dalam berbagai jenis, pengunjung pun dapat menikmati berbagai makanan dan minuman olahan teh.

Para penikmat teh bakal dimanjakan dengan pilihan jenis teh, mulai dari teh hitam, teh hijau, teh merah, sampai teh putih yang legendaris. Ada juga olahan serbuk teh hijau khas Jepang, yakni serbuk matcha, sampai teh yang dipadukan dengan herbal lainnya seperti bunga chamomile sampai melati.

Baca: Media Thailand Ramai Beritakan Kiatisuk Senamuang Akan Latih Persib Bandung

Teh ternyata tidak hanya enak diminum, tapi juga dijadikan bahan makanan. Seperti yang dilakukan oleh kelompok petani teh asal Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, Raksa Tani, melalui brand-nya Mimi Tea.

Menggunakan kreativitas para anggotanya, kelompok Raksa Tani dapat mengolah tepung matcha atau teh hijau olahan mereka sendiri menjadi bakpia dan cokelat. Mereka pun menjual hasil olahan teh tersebut, tidak lupa menyediakan testernya.


"Kami punya 6.000 hektare perkebunan teh rakyat di Taraju, Bojonggambir, dan Sodonghilir. Tepung matcha kami bikin dari kebun sendiri, jadinya bisa digunakan untuk membuat berbagai makanan olahan berbahan green tea," kata Ketua Raksa Tani Ena Karyana, Jumat (29/9).

Ena mengatakan kelompoknya bisa memproduksi 6 sampai 10 ton teh kering per bulan. Pembeli pun dapat memesan berbagai jenis teh, sesuai keinginan. Selama ini diketahui teh asal Taraju memiliki antioksidan yang lebih tinggi daripada jenis lainnya.


Pengunjung Bandung Tea Festival yang merupakan bagian dari Gedung Sate Festival tersebut, Valeria (30), mengatakan sengaja mengunjungi festival teh tersebut untuk memborong jenis-jenis teh yang dijual di event tersebut.

"Susah lho mengumpulkan banyak teh dari banyak tempat di satu lokasi. Saya beli teh merah dan matcha dari stand-stand. Kesempatan icip sana-sini. Mungkin karena temanya Jabar, jadi tidak ada penyajian cara Cina atau Jepang ya," katanya. 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved