SOROT

Makna Usia 207

Kota Bandung itu cantik. Maka wajar jika kemudian ada sematan Kota Kembang bagi kota yang kini dipimpin Wali Kota Ridwan Kamil.

Makna Usia 207
dokumentasi
Kisdiantoro

Kota Bandung pun sesak. Daya tariknya tak pernah surut. Tiap tahun jumlah penduduknya bertambah, bukan saja karena penduduk pribumi beranak pinak, tapi gelombang urbanisasi tak bisa dibendung. Kota Bandung yang nyaman dan aman untuk ditinggali kini terdegradasi dengan sejumlah masalah.

Bandung yang dulu sejuk, kini panas karena sejumlah pohon telah hilang. Bandung pun kerap dilanda banjir karena daerah resapan air berkurang. Banyak sampah di mana-mana karena banyak warga yang tak perduli dengan lingkungan. Dan sejumlah masalah lainnya.

Semua wali kota, termasuk Ridwan Kamil yang saat ini berkuasa, terlah berupaya mengembalikan Kota Bandung yang ramah dan sejuk untuk ditinggali. Di anataranya kini banyak bermuculan taman yang bisa dimanfaatkan bagi warga Bandung untuk berinteraksi dan berwisata.

Soal kemacetan, sejumlah proyek transpotasi  massal sedang dirancang. Terakhir mucul ide membangun Light Rail Transit (LRT) Metro Kapsul Bandung. Sebelumnya ada proyek bus Trans Metro Bandung. Banjir bagaimana? Perbaikan  gorong-gorong pun dilakukan. Agar sampah yang menyumbatnya tak mengganggu aliran air, pemerintah membentuk tim Gober alias gorong-gorong bersih.

Tapi sebagus apapun program yang dilakukan pemerintah, wajah Kota Bandung di era milenial sulit untuk kembali menajdi kota yang aman dan ramah, selama masyarakatnya tidak terlibat, bekerja keras dan ikut membangun.

Jika paradigma “yang penting halaman rumah tidak kotor,” lalu membuang sampah di jalanan, maka wajah kota tetap menjadi buruk. Selama warga tak mau bersabar dan menggunakan trotoar untuk berkendara, maka kemacetan akan semakin parah.

Selama warga tak mau kritis dan percaya begitu saja dengan berita hoaks, maka gesekan antar kelompok masih mudah terjadi.

Bandung kini berusia 207 tahun, cerminan usia dewasa. Usia yang mestinya menjadi cermin warga yang mendiaminya, warga yang makin cerdas, tertib, taat aturan, dan santun terhadap sesama. (*)

Penulis: Kisdiantoro
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved