Agar Dana Desa Tak Jadi Musibah, Mendes PDTT Ajak Pesantran Ikut Bangun Desa

"Keberadaan lembaga pendidikan Islam seperti pesantren di tengah-tengah masyarakat sangatlah penting, khususnya di perdesaan," ujar Eko Putra Sandjojo

Agar Dana Desa Tak Jadi Musibah, Mendes PDTT Ajak Pesantran Ikut Bangun Desa
Tribun Jabar/M Syarif Abdussalam
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Eko Putro Sandjojo, dalam temu stakeholder pesantren yang digelar Bank Indonesia di hotel Intercontinental Bandung, Selasa (26/9/2017). 

Dalam kesempatan itu, Menteri Desa yang di dampingi staf Khusus Menteri Desa PDT dan Transmigrasi Syaiful Huda, juga menjelaskan tujuan dari pembangunan desa yakni untuk mewujudkan desa mandiri yang maju ekonomi secara ekonomi, memiliki pelayanan dasar yang baik, masyarakatnya berdaya, dan sejahtera secara berkelanjutan.


Menurutnya, kewenangan desa yang sangat besar sekarang ini dalam pelaksanaan pembangunan desa termasuk mengelola langsung dana desa harus menjadi berkah yang mampu mewujudkan tujuan pembangunan desa.

"Jangan sampai dana desa, justru menjadi musibah yang penuh dengan penyimpangan dan memicu konflik sosial di tengah masyarakat. Di sinilah peran lembaga pendidikan Islam seperti Pesantren sangat dibutuhkan, khususnya dalam ikut mengawasi dan mengawal penggunaan dana desa secara amanah, transparan, akuntabel," katanya.

Lembaga pendidikan islam, menurut Eko, mempunyai tanggung jawab moral dan sosial yang sangat besar, mengingat keberadaan lembaga pendidikan Islam merupakan bagian integral dari desa itu sendiri.


"Para alumninya banyak yang berkiprah di desa sebagai kyai, ustaz, mubalig maupun tokoh masyarakat desa. Selain itu, sebagian besar keluarga peserta didik lembaga pendidikan Islam banyak yang dari desa dan secara sosial ekonomi relatif masih membutuhkan pemberdayaan," katanya.

Selain itu, Eko Putro Sandjojo juga mengajak pondok pesantren ikut terlibat dalam menyukseskan empat program prioritas kementerian desa, yaitu produk unggulan kawasan pedesan (Purkades), Bumdesa, Embung Desa, dan sarana olah raga desa (Sorga desa).

"Bila di Desa pondok pesanteren punya potensi produk unggulan, kami kementerian desa siap membantu untuk menumbuh kembangkanya, kami yakin visi dari pada UU desa akan terwujud apabila pondok pesantren terlibat khususnya dalam pengawasan dana desa," katanya. (*)

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved