Sejak 50 Tahun Lalu, 23 September Diperingati Sebagai Hari Bahari Nasional
Hari ini masyarakat Indonesia memperingati Hari Maritim atau yang sekarang lebih dikenal dengan sebutan Hari Bahari Nasional.
Penulis: Isal Mawardi | Editor: Jannisha Rosmana Dewi
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isal Mawardi
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Hari ini masyarakat Indonesia memperingati Hari Maritim atau yang sekarang lebih dikenal dengan sebutan Hari Bahari Nasional.
Bersumber dari www.sumber.co, penetapan tanggal 23 September menjadi Hari Bahari Nasional berawal dari pidato Presiden Soeharto pada tanggal 23 September 1967.
Ia berharap peringatan ini dapat dijadikan momentum untuk melestarikan serta meningkatkan potensi bahari nusantara.
Indonesia memiliki bentang lautan yang indah karena lebih dari 70 persen dari wilayah Indonesia adalah lautan.
Sayangnya, potensi ini belum maksimal dimanfaatkan baik untuk industri pangan maupun untuk wisata bahari.
Dua Kali Gagal Berumah Tangga, Artis yang Kerap Tampil Seksi ini Akhirnya Mantap Berhijab https://t.co/i5n5FvCh6i #TribunJabar pic.twitter.com/mXwycbIQRx
— Tribun Jabar (@tribunjabar) September 23, 2017
Dengan peringatan ini, Presiden Soeharto mengajak masyarakat bersama-sama dengan pemerintah untuk memajukan potensi nusantara.
Dari sejumlah penelitian menyebutkan ada sekitar 8500 spesies di laut Indonesia dan angkanya terus bertambah seiring penemuan dari para peneliti.
Para peneliti akhir-akhir ini menemukan spesies satwa laut terbaru, di antaranya Pari Himantura Tutul dan Udang Alpheid.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/presiden-jokowi-memandang-jauh-ke-hamparan-laut_20160101_152822.jpg)