3 Tantangan Besar yang Sering Dihadapi Pebisnis Properti

Ia mengataka pebisnis properti kerap tidak mendapatkan jaringan sehingga susah untuk memasarkan properti yang ingin dijual.

Penulis: Fasko dehotman | Editor: Tarsisius Sutomonaio

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Fasko Dehotman

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG- Selain keuntungan yang menggiurkan, ternyata berbisnis properti juga memiliki beberapa tantangan yang harus dihadapi.

Menurut pemilik bisnis properti Bina Insan Madani, Faizal Firmansyah, tantangan yang dihadapi para pebisnis properti antaranya jaringan atau network.

Ia mengataka pebisnis properti kerap tidak mendapatkan jaringan sehingga susah untuk memasarkan properti yang ingin dijual.

Maka, sangat diperlukannya membangun hubungan dengan pembisnis lainnya, agar dapat mawadahi dan membantu bisnis yang ingin dipasarkan.


"Jadi kita harus mampu untuk membangun jaringan seluas luasnya, karena itu termasuk tantangan yang pling besar," ujar Faizal, kepada Tribun Jabar, Rabu (20/9/2017).

Lalu, tantangan yang sering dihadapi oleh pebisnis adalah konsumen mereka sendiri.

"Sebagai pembisnis properti, kita harus bisa mengikuti keinginan konsumen seperti apa, dalam hal ukuran rumah, bentuk dan desain," katanya.

Baca: Diisukan Dekat dengan Uu Ruzhanul, Ridwan Kamil: Pak UU Mau Meyakinkan Siapa?

Hal tersebut kerap menjadi tantangan bagi pembisnis untuk memberikan pelayanan yang terbaik.

Jika tidak sesuai dengan keinginan konsumen, bisa-bisa pembisnis properti akan dituntut keras bahkan hal terburuk adalah menghilangnya kepercayaan konsumen.

"Jadi, kita harus bisa mengikuti keinginan konsumen, dan bisa menunjukan kualitas Kita, agar konsumen terkesima pada kerja Kita," ujar Faizal Firmansyah.


Dan yang terakhir adalah mengenai pembebasan lahan untuk bisnis properti.

Menurut Faizal, soal pembebasan lahan ini tergantung pengalaman dari pembisnis properti sendiri.

"Kalau kita sudah 1 tahun atau 2 tahun menangani hal ini, tentunya bisa membedakan yang mana lahan perpektif atau tidak," kata Faizal Firmansyah.

Dengan begitu, pebisnis tidak akan kesulitan saat memilih lahan yang akan digunakan untuk membangun properti seperti rumah cluster. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved