3 Tantangan Besar yang Sering Dihadapi Pebisnis Properti
Ia mengataka pebisnis properti kerap tidak mendapatkan jaringan sehingga susah untuk memasarkan properti yang ingin dijual.
Penulis: Fasko dehotman | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Fasko Dehotman
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG- Selain keuntungan yang menggiurkan, ternyata berbisnis properti juga memiliki beberapa tantangan yang harus dihadapi.
Menurut pemilik bisnis properti Bina Insan Madani, Faizal Firmansyah, tantangan yang dihadapi para pebisnis properti antaranya jaringan atau network.
Ia mengataka pebisnis properti kerap tidak mendapatkan jaringan sehingga susah untuk memasarkan properti yang ingin dijual.
Maka, sangat diperlukannya membangun hubungan dengan pembisnis lainnya, agar dapat mawadahi dan membantu bisnis yang ingin dipasarkan.
Instagram Ivan Gunawan Diserbu Netizen Usai Posting Foto Ayu Ting Ting Pakai Gaun Pengantin: Ngebet https://t.co/9xaO8Px6kY via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) September 21, 2017
"Jadi kita harus mampu untuk membangun jaringan seluas luasnya, karena itu termasuk tantangan yang pling besar," ujar Faizal, kepada Tribun Jabar, Rabu (20/9/2017).
Lalu, tantangan yang sering dihadapi oleh pebisnis adalah konsumen mereka sendiri.
"Sebagai pembisnis properti, kita harus bisa mengikuti keinginan konsumen seperti apa, dalam hal ukuran rumah, bentuk dan desain," katanya.
Baca: Diisukan Dekat dengan Uu Ruzhanul, Ridwan Kamil: Pak UU Mau Meyakinkan Siapa?
Hal tersebut kerap menjadi tantangan bagi pembisnis untuk memberikan pelayanan yang terbaik.
Jika tidak sesuai dengan keinginan konsumen, bisa-bisa pembisnis properti akan dituntut keras bahkan hal terburuk adalah menghilangnya kepercayaan konsumen.
"Jadi, kita harus bisa mengikuti keinginan konsumen, dan bisa menunjukan kualitas Kita, agar konsumen terkesima pada kerja Kita," ujar Faizal Firmansyah.
TERPOPULER: Nagita Slavina Ogah Lihat Nama Ayu Ting Ting Hingga Penampilan Tika T2 Berubah Drastis https://t.co/cD5mV3BZDp via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) September 21, 2017
Dan yang terakhir adalah mengenai pembebasan lahan untuk bisnis properti.
Menurut Faizal, soal pembebasan lahan ini tergantung pengalaman dari pembisnis properti sendiri.
"Kalau kita sudah 1 tahun atau 2 tahun menangani hal ini, tentunya bisa membedakan yang mana lahan perpektif atau tidak," kata Faizal Firmansyah.
Dengan begitu, pebisnis tidak akan kesulitan saat memilih lahan yang akan digunakan untuk membangun properti seperti rumah cluster. (*)