Persib Bandung
Persib Bandung Gagal Uji Coba, Latihan Tanpa Ezechiel N'Douassel
Penyerang anyar Persib, Ezechiel N Douassel tidak terlihat hadir mengikuti latihan.
Penulis: Ferdyan Adhy Nugraha | Editor: Ravianto
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferdyan Adhy Nugraha
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Gagal beruji coba karena tidak mendapatkan lawan, Persib tetap melakukan latihan di Lapangan Lodaya, Sabtu (16/9/2017).
Assisten pelatih, Herrie Setyawan masih memimpin latihan Essien dkk.
Penyerang anyar Persib, Ezechiel N Douassel tidak terlihat hadir mengikuti latihan.
Menurut Herrie Setyawan, pemain Timnas Chad itu sedang ke Singapura untuk mengurus visa.
Tantan yang akan melakukan pemeriksaan MRI hari pun, tampak tidak hadir pada sesi latihab yang dilaksanakan pada pukul 08:00 WIB.
Ariel Noah Ulang Tahun, Gracia Indri Panen Pujian Karena Lakukan Hal Ini Pada Rekan Sang Suami https://t.co/osKD8pcZd0 via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) September 16, 2017
Supardi, Puja, dan Sergio Van Dijk belum terlihat beragung bersama Maung Bandung.
Sementara itu, Gian Zola yang sehari sebelumnya absen karena sakit, hari ini sudah mulai mengikuti sesi latihan.
Penjelasan mengapa Persib Bandung didenda gara-gara koreo Save Rohingya
Persib Bandung harus rela dihukum denda Rp 50 juta setelah bobotoh membuat koreografi bernada politis.
Sebenarnya, bobotoh merupakan salah satu suporter terbaik yang ada di Indonesia saat ini dengan berbagai koreo yang sangat kreatif dan dukungan yang luar biasa untuk Persib Bandung.
Koreografi itu muncul ketika Persib Bandung menjamu Semen Padang di Stadion Si Jalak Harupat, Sabtu (9/9/2017).
Viking Persib Club (VPC) membuat sebuah koreo bertuliskan "Save Rohingya" di tribun timur sebelum pertandingan dimulai.
Aksi ini akhirnya berbuntut denda Rp 50 Juta dari Komisi Disiplin PSSI.
Sempat Diterpa Isu Miring, Ini Tulisan Sophia Latjuba di Hari Ulang Tahun Ariel Noah: Halalkan! https://t.co/nOJG1Fsxxr via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) September 16, 2017
Denda dari PSSI ini membuat kubu Maung Bandung marah.
Bahkan, manajer Persib Bandung Umuh Muchtar sampai mempertanyakan alasan komdis menghukum bobotoh yang justru menurutnya adalah aksi kemanusiaan.
Ia bahkan mempertanyakan orang-orang di PSSI, apakah mereka mendukung pembantaian yang terjadi terhadap etnis Rohingya.
"Saya curiga, barangkali mereka (PSSI) setuju dengan pembantaian itu, apa mereka tidak suka dengan orang yang bersolidaritas untuk Rohingya," kata Umuh Muchtar, Kamis (14/9/2017).
Koreografi Save Rohingya itu memang tidak ada yang salah, tapi sayang itu tak bisa diterapkan di sepak bola.
FIFA tak mengijinkan simbol atau pesan politik dan bahkan agama masuk ke dalam lapangan pertandingan karena dinilai sensitif.
Keputusan Dewan Asosiasi Sepak bola Internasional, Peraturan 4 Law of The Game FIFA menyebutkan:
"Pemain/tim sendiri dilarang untuk menampilkan pakaian dalam berisikan slogan-slogan politik, agama, pribadi, pernyataan atau gambar, dan iklan selain logo produsen. Dan apabila melanggar akan mendapat sanksi dari penyelenggara kompetisi atau dari FIFA."
Pemain dan tim selaku pemeran sepak bola begitu diatur demi menjaga keharmonisan dunia, dengan harap diikuti suporter selaku penyokong dunia sepak bola.
Apes, Kepergok Mesuk di Pinggir Jalan, James Dipalak Preman https://t.co/cRkoWLZ8vw via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) September 16, 2017
Di Liga 1, peraturan serupa juga sudah ditegaskan di Pasal 56.
Dalam pasal 56 dalam Regulasi Liga 1 menyebutkan:
Persib Bandung Didenda Rp 50 Juta Gara-gara Koreografi
Persib Bandung resmi dijatuhi sanksi oleh komisi disiplin (komdis) PSSI sebesar Rp 50 juta.
Aksi bobotoh yang membuat koreografi bertuliskan "Save Rohingya" dianggap PSSI sebagai sebuah pelanggaran.
Dalam surat bernomor 92/L1/SK/KD-PSSI/IX/2017 menyebutkan, pertandingan antara Persib Bandung VS Semen Padang, Sabtu (9/9/2017) menyalahi aturan pasal 67 ayat(3) kode disiplin PSSI.
Surat itu menyebutkan bahwa Persib Bandung terbukti dengan sengaja merencanakan untuk melakukan koreografi bertulisan 'Save Rohingya'.
"Supporter Persib Bandung terbukti dengan sengaja merencanakan untuk melakukan konfigurasi dengan tulisan 'Save Rohingya' dan diperkuat dengan bukti-bukti yang cukup untuk menegaskan terjadinya pelanggaran disiplin," tulis surat tertanggal 13 September 2017 itu, dikutip dari laman resmi klub.
Terbongkar! Tarif untuk 'Mendatangkan' Cita Citata Ternyata Seharga Mobil Kia Picanto Bekas https://t.co/fJELWwEVKD via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) September 14, 2017
Persib Bandung pun tidak dapat melakukan banding dan diwajibkan untuk membayar paling lambat 14 hari setelah surat keputusan itu diterima.
Sanksi serupa pernah menimpa Persija Jakarta saat laga melawan PS TNI beberapa waktu lalu.
Ketika itu, The Jakmania membentangkan sebuah spanduk yang dianggap PSSI menyinggung SARA.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/para-pemain-persib-bandung-berlatih-di-lapangan-lodaya_20170916_100417.jpg)