TribunJabar/

PT KAI Kembangkan Kawasan Transit Terpadu di Stasiun KRL

Proyek yang akan dibangun di area Stasiun Bogor itu ditargetkan rampung dan bisa diresmikan sebelum. . .

PT KAI Kembangkan Kawasan Transit Terpadu di Stasiun KRL
ISTIMEWA
Logo PT KAI 

TRIBUNJABAR. CO. ID, BANDUNG - PT Kereta Api Indonesia (Persero), bekerja sama dengan PT Waskita Karya Realty dan Pemerintah Kota Bogor, mengembangkan kawasan transit terpadu atau transit oriented development (TOD).

Proyek yang akan dibangun di area Stasiun Bogor itu ditargetkan rampung dan bisa diresmikan sebelum Oktober 2019. Ini merupakan TOD kedua setelah beberapa waktu lalu memulai pembangunan di Stasiun Tanjung Barat.

Direktur Utama KAI Edi Sukmoro, bersama Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) M Choliq, Direktur Utama Waskita Realty, Tukijo, dan Walikota Bogor Bima Arya melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Sinergi Transit Oriented Development (TOD) kawasan Setasiun Bogor dan Rencana Pembangunan Halte dan Stabling Kelurahan Sukaresmi Kota Bogor.

Penandatanganan disaksikan langsung oleh Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Dikutip Tribun dari siaran pers PT KAI, Kamis (14/9/2017), Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, sinergi BUMN ini kita harap bisa mewujudkan Bogor menjadi nyaman dan efisien dalam pengelolaan transportasi publik dan TOD sebagai satu titik.

"TOD ini akan dibangun dengan halte Sukaresmi karena akan mengurai 600 ribu penumpang KRL per harinya yang akan naik dari Setasiun Bogor untuk sebagian pindah ke Sukaresmi," kata Rini.

Ia mengatakan apartemen juga akan dibangun di dekat Stasiun Bogor.

Dia berharap pengeluaran transportasi masysarakat berpenghasilan rendah bisa ditekan karena dekatnya lokasi tempat tinggal dengan sarana transportasi.

Rencana pembangunan TOD Stasiun Bogor telah dibicarakan sejak tahun lalu dan pelaksanaan groundbreaking TOD Stasiun KA Bogor diproyeksikan terlaksana pada 5 Oktober 2017.

"Saya sangat mengapresiasi kesepakatan ini. Kami merasa titik kumpul masyarakat menggunakan jalur KRL di Bogor ini sangat penting. Karenanya, saya tekankan kita punya tanggung jawab bersama agar Bogor manjadi lebih nyaman," katanya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan dengan adanya TOD maka dapat mengefisienkan ruang kota nuntuk menjadi suatu tempat paduan moda transportasi yang ada seperti LRT, BRT dan MRT.

"Pembenahan tata ruang untuk Transportasi ini penting dilakukan, ini proyek yang bagus sekali agar menjadikan Bogor menjadi tempat TOD," katanya.

Menurut Budi, pengembangan transportasi publik ini bisa mengarah kepada pembangunan transit oriented development (TOD) di lebih banyak kawasan.

Saat ini, pemerintah sedang membangun TOD di dua lokasi, yaitu Tanjung Barat dan Pondok Cina. Pengembangan TOD ini juga memiliki manfaat yang berlipat ganda.

Menurutnya manfaat TOD juga besar karena beban komuter di Stasiun Bogor cukup tinggi. Penataan kawasan di stasiun ini sangat dibutuhkan mengingat akan dibangun jalur kereta ganda Bogor-Sukabumi.

"Kita sudah ada ide jadikan Bogor menjadi double track kemudian elektrifikasi artinya ada satu lintasan yang efisien bila direncanakan dr awal, yaitu Jakarta-Bogor-Sukabumi," katanya. (tif)

Penulis: Siti Fatimah
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help