Alumni Doktor Komunikasi UNPAD berkongres di Bandung
jumlah lulusan doktor ilmu komunikasi UNPAD sebanyak 300 orang lebih. Para alumni tersebut terhimpun pada berbagai organisasi
TRIBUNJABAR.CO.ID - ALUMNI Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (UNPAD) yang sudah tersebar di berbagai kota bahkan di luar negeri mulai rindu untuk bertemu dan memberikan kontribusi yang berarti bagi negeri. Gagasan untuk berkumpul guna mendiskusikan berbagai isu komunikasi iini mendapat ‘lampu hijau’ dari kampus UNPAD.
Dr Dadang Rahmad Hidayat S.Sos, SH, MSi, Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi yang juga alumni program doktoral ilmu komunikasi UNPAD membenarkan adanya keinginan para alumni tersebut.
Menurut Dadang, jumlah lulusan doktor ilmu komunikasi UNPAD sebanyak 300 orang lebih. Para alumni tersebut terhimpun pada berbagai organisasi baik yang mengkhususkan pada doktor komunikasi, ada juga bercampur dengan doktor dari disiplin ilmu yang lain.
Para alumni ini, lanjut Dadang, sudah mulai menjalin komunikasi dan akan menggelar Kongres Alumni Doktor Ilmu Komunikasi yang akan digelar pada 18 September 2017 di Kampus Pasca Sarjana Komunikasi UNPAD Jatinangor, Jawa Barat.
Tujuan kongres ini konsolidasi dan realisasi potensi lulusan doktor komunikasi untuk kemslahatan bidang komunikasi secara akademik dan praktis di masyarakat. Selain itu, juga mendeklarasikan berdirinya organisasi, menetapkan anggaran dasar (AD)/Anggaran Rumah Tangga (ART) dan kepengurusan serta program organisasi.
Adalah Dr Rahmad Edi Irawan (REI) yang aktif mengajak para alumni doktor untuk membuat wadah sendiri para alumni doktor ilmu komunikasi. REI mengatakan, ide membuat organisasi alumni doktor ilmu komunikasi ini berawal dari setiap ada seminar nasional maupun internasional ilmu komunikasi yang hadir kebanyakan alumni doktor ilmu komunikasi UNPAD.
“Seminar nasional dan internasional seolah menjadi reuni almuni doktor ilmu komunikasi, nah mengapa kita tidak membuat wadah saja sendiri,” kata REI melalui kontak telepon, Kamis (14/9).
Para doktor ilmu komunikasi ini, lanjut REI, memiliki potensi besar untuk memberi sumbangan gagasan kepada negeri ini. Apalagi saat ini sedang marak media online, tambah REI, dimana setiap orang bisa menjadi reporter, dan memiliki hak personal menyebarkan informasi ke publik, sedangkan masyarakat belum memiliki literasi (melek) media online yang cukup, akibatnya yang beredar adalah berita hoax dianggap sebagai sebuah kebenaran. Berita hoax ini bisa dihindari sepanjang masyarakat memahami makna informasi yang obyektif.
“Nah kami merasa perlu untuk melakukan lietrasi media ini bersama semua alumni doktor ilmu komunikasi UNPAD,” kata REI.
Dr Abderrahman Ali, alumni doktor ilmu komunikasi UNPAD asal Sudan, Afrika, mengatakan, Kongres Alumni Doktor Ilmu Komunikasi ini sangat bermanfaat untuk menghimpun gagasan para doktor yang sudah tersebar dan berkiprah di berbagai lembaga di Indonesia maupun luar negeri. Ali berharap ada hasil karya yang nyata dari Kongres Alumni Doktor Ilmu Komunikasi UNPAD ini.
Ditulis Oleh: Dr Pitoyo M.IKom, Pemimpin Perusahaan Tribun Jabar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/alumni-doktoral-unpad-bandung_20170914_161138.jpg)