Klusterisasi Kawasan Dinilai Jadi Solusi Terbaik Atasi Kemacetan di Bandung
Pembangunan ini rencanaya akan fokus di titik-titik rawan kemacetan di Kota Bandung.
Penulis: Isal Mawardi | Editor: Ravianto
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isal Mawardi.
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Kemacetan menjadi masalah utama Bandung dalam waktu mendatang.
Untuk mengurangi kemacetan, Pemerintah Kota Bandung sedang berupaya membuat kawasan yang terintegerasi antara hunian, tempat kerja, tempat hiburan, dan sekolah.
"Kami sudah koordinasi dengan Pak Wali, untuk membuat suatu kawasan yang terintegerasi antara hunian, tempat kerja, tempat hiburan, dan sekolah," ujar Rina Marlina, Kasubid Andalav Bappelitbang (Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah), Balai Kota, Selasa (12/9/2017).
Pembangunan kawasan tersebut dimaksud agar masyarakat tidak perlu mengeluarkan kendaraannya baik saat pergi ke sekolah, ke kantor, ataupun ke tempat hiburan.
6 Artis yang Pernah Hampir Bunuh Diri, Alasannya Mulai dari Perceraian hingga Hilang Keperawanan https://t.co/132MgDaG2T via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) September 12, 2017
Pembangunan ini rencanaya akan fokus di titik-titik rawan kemacetan di Kota Bandung.
"Awal 2013, Pemkot Bandung sudah menyiapkan 11 titik. Namun yang sudah terasa ada pembangunan yaitu daerah Kiara condong dan Gatot Subroto," ujar Rina.
Pembangunan ini tidak menggunakan dana APBD sehingga perlu adanya kesepakatan dengan pihak swasta.
"Ini yang bisa kami lakukan. Karena kami percaya jika penambahan ruas jalan, maka akan makin banyak jumlah kendaraan dan tidak akan pernah habisnya," ujar Rina.
Ia berpendapat klasterisasi kawasan ini salah satu cara terbaik untuk mengurai kemacetan. (*)
Polda Jabar Usulkan Pelaku Dugaan Pelecehan pada Bendera Merah Putih Dideportasi https://t.co/hohRgUes3S via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) September 12, 2017
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/rina-marlina-kasubid-bidang-andalav-bappelitbang_20170912_142510.jpg)