Pedagang Galau Jual Beras Harga Mahal

Pasca penerbitan Peraturan Menteri Perdagangan no.47 tahun 2017 tentang penetapan harga acuan penjualan. . .

Pedagang Galau Jual Beras Harga Mahal
Ragil Wisnu Saputra
Ilustrasi 

TRIBUNJABAR.CO.ID, JAKARTA - Pasca penerbitan Peraturan Menteri Perdagangan no.47 tahun 2017 tentang penetapan harga acuan penjualan di konsumen, banyak pedagang mulai menurunkan harga beras. Karena jika melanggar akan terkena sanksi pidana bahkan bisa ditangkap oleh aparat kepolisian seperti kasus PT IBU.

Pengamat ekonomi INDEF Bustanul Arifin menyebut saat ini para pedagang beras mengalami kekhawatiran.

Pasalnya mereka tidak bisa menjual harga beras terlalu mahal, namun di satu sisi harga pembelian dari petani sudah tinggi.

"Ada kekhawatiran dari para pedagang pasar. Akhirnya terjadi penurunan (pedagang) di (pasar) Cipinang," ungkap Bustanul di Jakarta, Sabtu (9/9/2017).

Bustanul mengaku tidak setuju jika pedagang beras ditangkap karena menjual beras melewati Harga Eceran Tertinggi (HET). Menurut Bustanul sebaiknya para penjual diberikan teguran atau sanksi administratif lebih dulu.

"Sanksi administratif dulu jangan ke pidana," ungkap Bustanul.

Bustanul memaparkan secara hukum Peraturan Menteri tidak bisa dijadikan untuk membuat orang tersangka dalam kasus pidana. Menurut Bustanul ada tahapan yang harus dilalui jika seorang pedagang dikenakan status pidana.

"Kalau mau di tersangka kan harusnya level undang bisa atau di UU Perdagangan, Perlindungan konsumen dan seterusnya," papar Bustanul.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved