Lawan Gerakan Radikal, Para Kiai Dilatih Gunakan Media Sosial
Orang yang kaya bukan orang yang menguasai minyak atau energi tapi orang yang kaya orang yang menguasi teknologi
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Kisdiantoro
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.CO.ID,BANDUNG - Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) akan terus melawan propaganda radikalisme dan terorisme yang selalu beredar di dunia cyber.
Ketua LD PBNU, KH Maman Immanulhaq mengatakan untuk melawan faham radikalisme dan Intoleransi di dunia maya dibutuhkan kekuatan bersama. Kekuatan itu diyakini dapat melumpuhkan kelompok radikal yang menggunakan teknologi.
"Orang yang kaya bukan orang yang menguasai minyak atau energi tapi orang yang kaya orang yang menguasi teknologi," ujar KH Maman Imanulhaq di Hotel Grand Asrilia, Sabtu (9/9/2017).
Untuk itu, ia menegaskan pihaknya akan terus melakukan sosialisasi pentingnya berdakwah melalui media sosial dan teknologi.
'Messi' dan 'Kaka' Indonesia Disarankan Gabung Persib Bandung Musim Depan https://t.co/cEtcIsiRwj via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) September 9, 2017
Selain sosialisasi berdakwah via sosial media, pihaknya akan memberikan pemahaman bagaimana media sosial bisa mempengaruhi masyarakat dengan memberikan pelatihan agar kiai kiai bisa kreatif di dunia cyber.
Menurutnya, pergerakan kelompok radikalisme, terutama ISIS, sudah sangat masif, khususnya di dunia maya dan mereka sangat pintar memanfaatkan media sosial dan internet dalam melakukan propagandanya.
Atas hal itu dikatakan Maman, untuk melawan radikalisme para Dai atau kiai harus pintar dalam menggunakan teknologi, khususnya media sosial.
"Setelah keluar dari ruangan ini semua pengunjung wajib memiliki akun media sosial seperti Facebook, Twitter dan lain lain," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ketua-ld-pbnu-kh-maman-immanulhaq_20170909_154249.jpg)