Mahasiswa Jurusan Kriya ITB Unjuk Kreatifitas Melalui Kongres Tekstil dan Kostum Internasional
Beragam bentuk karya yang dipamerkan, di antaranya adalah tas, kursi, gaun, blazer dan rajutan berbahan tekstil.
Penulis: Fasko dehotman | Editor: Jannisha Rosmana Dewi
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Fasko Dehotman
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Melalui Kongres Tekstil dan Kostum Internasional 2017 yang digelar di Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), mahasiswa Prodi Kriya ITB Ikut unjuk kreatifitas dengan menampilkan hasil karyanya.
Kongres internasional ini memamerkan sejumlah karya tekstil Mahasiswa Kriya ITB dalam kepiawaiannya mengolah bahan tekstil.
Beragam bentuk karya yang dipamerkan, di antaranya adalah tas berbahan tekstil, kursi berbahan kulit tekstil, gaun berbahan tekstil, blazer berbahan tekstil, dan rajutan kain tekstil.
Pameran ini menampilkan sekitar 23 karya dari 11 mahasiswa Jurusan Kriya angkatan 2012, 2013, dan 2014.
Karya-karya tersebut ditampilkan sebagai wujud nyata penerapan ilmu serta masukan dari dosen dan asisten.
Karya mahasiswa dirancang dengan mengunggulkan karakter unik dan terekplorasi secara mendalam terhadap tema yang diangkat.
Jika Ada Bisa Buktikan Hal Ini, Hotman Paris Hutapea Akan Beri Lamborghini atau Ferarri https://t.co/Bdcq61GQTI via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) September 7, 2017
Yang menarik, tidak semua karya yang dipamerkan merupakan karya yang mendapat nilai terbaik.
Dosen Kriya ITB, Kahfiati Kahdar menuturkan, karya yang ditampilkan dalam pameran ini merupakan kreasi mahasiswa selama mengikuti mata kuliah Image Analysis.
Dalam mata kuliah ini, mahasiswa belajar mengenai ekplorasi material hingga memiliki ciri yang unik dan khas ketika dikembangkan menjadi sebuah produk.
"Setiap karya yang dipamerkan, mengusung satu tema yang kemudian menjadi dasar dalam proses perancangan, pemilihan bahan, dan penentuan kemasan," ujar Kahfiati kepada Tribun Jabar, Kamis (7/9/2017).
Kahfiati menjelaskan, tema yang telah dirancang kemudian digambarkan melalui moodboard.
Moodboard tersebut, berisikan gabungan dari gambar-gambar majalah yang dipadukan untuk melahirkan konsep baru.
Seperti karya Dyah Indri Lestari yang merancang brand aksesoris fashion khusus untuk wanita.