Solidaritas bagi Etnis Rohingya, Wagub Jabar Dukung Pencabutan Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi

Ia menyesalkan Aung San Suu Kyi terkesan membiarkan aksi kekerasan yang terjadi di Rakhine State.

TRIBUN JABAR/M SYARIF ABDUSSALAM
Waklil Gubernur Jabar Deddy Mizwar seusai menyerahkan hewan kurban di Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat, Jumat (1/9/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG- Menyusul kabar pembantaian warga etnis Rohingya di Rakhine State, penasihat negara Myanmar, Aung San Suu Kyi menjadi sorotan.

Banyak pihak mendorong untuk pencabutan nobel perdamaian yang didapatkan Aung San Suu Kyi pada 1991.

Satu di antaranya adalah Wagub Jawa Barat, Deddy Mizwar usai menghadiri aksi solidaritas terhadap etnis Rohingya di depan Gedung Sate, Senin (4/9/2017).


"Bahkan kalau perlu dorong untuk mencabut nobel yang diberikan kepada Aung San Suu Kyi," ujarnya.

Ia menyesalkan Aung San Suu Kyi terkesan membiarkan aksi kekerasan yang terjadi di Rakhine State.

Dikabarkan sebanyak 130 orang termasuk wanita dan anak menjadi korban pada peristiwa pembantaian tersebut.

Baca: Prediksi Susunan Pemain Persib Bandung vs Sriwijaya FC

"Ia membiarkan terjadi pembantaian, penghinaan terhadap kemanusiaan, ini sangat penting," ujarnya.

Deddy Mizwar juga mendorong masyarakat Indonesia untuk memberikan bantuan kepada warga etnis Rohingya di Myanmar.

Saat ini dikabarkan juga Menlu Retno Marsudi juga bertolak ke Myanmar hari ini untuk bertemu Aung San Suu Kyi. (*)

Penulis: Theofilus Richard
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved