Sabtu, 9 Mei 2026

Anak Hilang

Siswa SMK Ibnu Siena Tasikmalaya Ini Hilang di Jakarta, Diduga Kena Hipnotis

Seorang siswa SMK Ibnu Siena Tasikmalaya ramai dikabarkan hilang di sebuah media sosial grup pesan WhatsApp.

Tayang:
Penulis: Dedy Herdiana | Editor: Dedy Herdiana
ISTIMEWA
Salman Al Farisi siswa SMK Ibnu Siena Tasikmalaya dikabarkan hilang di sebuah media sosial grup pesan WhatsApp. 

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Seorang siswa SMK Ibnu Siena Tasikmalaya ramai dikabarkan hilang di sebuah media sosial grup pesan WhatsApp.

Siswa bernama Salman Al Farisi itu dinyatakan hilang sejak Sabtu (2/9/2017) di sekitar Monas (Monumen Nasional), Jakarta.

Baca: 5 Hal yang Membuat Car Free Day Buahbatu Bandung Semakin Meriah

Kabar tersebut ramai diinformasikan di grup pesan WhatsApp, INFO PONPES IBU SIENA.

Informasi yang dihimpun Tribun Jabar, Salman menghilang bersama temannya akibat dihipnotis.

⁠⁠⁠⁠

Sementara temannya sudah berhasil ditemukan, tinggal Salman sampai saat ini belum ditemukan.

Berikut pesan yang ramai di grup WA:

Salman Al Farisi siswa SMK Ibnu Siena Tasikmalaya dikabarkan hilang di sebuah media sosial grup pesan WhatsApp.
Salman Al Farisi siswa SMK Ibnu Siena Tasikmalaya dikabarkan hilang di sebuah media sosial grup pesan WhatsApp. (ISTIMEWA)

Dalam pesan tersebut dituliskan:

Bismillah ....
Mhn bantuannya kpd siapapun yg melihat atau menemukan ananda yang difoto ini, mhn hubungi polisi atau hub saya Tati Rohaeti 0877720005xxx.
Dia adalah santri ponpes ibnu siena tasikmalaya asal surabaya hilang di monas kemarin skitar pukul 18.30 diduga dihipnotis terlebih dahulu.
Namanya Salman Afarisi.
Mhn disebarkan, atas perhatiannya sy ucapkan terima kasih ....

Saat dikonfirmasi Tati Rohaeti membenarkan peristiwa tersebut, namun ia mengaku bukan pihak keluarganya.

Baca: Siswa SMP di Cipanas Ditampar saat Latihan Kepemimpinan, Setelahnya Trauma Tak Mau Makan

Ia hanya hanya berusaha membantu untuk menemukan anak yang hilang tersebut.

"Iya betul (Salman hilang). Tapi maaf, saya hanya membantu share, saya bukan orang tuanya. Kalau bisa nomor saya jangan dicantumkan lagi," katanya.

Sementara ini diakui Tati, pihak keluarga belum bisa dihubungi.

"Untuk konfirmasi selanjutnya silakan hubungi pihak Pondok Pesantren Ibnu Siena," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved