Air Sumur Kuning dan Bau, Warga Mulai Mengantre di Lokasi Pembagian Air Bersih
Sejumlah warga sudah terlihat menunggu petugas PDAM lengkap dengan ember yang terlihat masih kosong.
Penulis: Daniel Andreand Damanik | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Daniel Andreand Damanik
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Perusahaan Daerah Air Minum Kota Bandung dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung melakukan pembagian air bersih di sejumlah daerah di Kota Bandung, Senin (4/9/2017).
Lokasi yang pertama yang direncanakan akan mendapat pembagian air bersih ialah di Jalan Muararajeun Kaler .
Sejumlah warga sudah terlihat menunggu petugas PDAM lengkap dengan ember yang terlihat masih kosong.
Baca: Terlihat Pakai Topeng, Tentara Perang Dunia I Ini Disebut Orang Pertama yang Bedah Plastik
Sekitar puluhan buah ember terlihat dibariskan di sepanjang jalan Muararjeun Kaler.
Topan, seorang warga Muararajeun Kaler, mengaku sudah mengalami krisis air bersih hampir seminggu.
Ini Identitas Tersangka Pembunuh Indria Pegawai BNN yang Ditangkap di Kepri https://t.co/Y6OsJ07WdH via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) September 4, 2017
"Kami menggunakan ledeng (PDAM), kalau sumur bor airnya kuning dan bau," kata Topan kepada Tribun Jabar, Senin (4/9/2017).
Topan dan sejumlah warga lainnya mengaku kewalahan karena kekurangan air bersih.
"Kegiatan terganggu, masak, mandi, maka, minum, untuk mandi saja saya harus ke kantor," kata Topan.
Selain di daerah Muararajeun, PDAM juga berencana akan membagikan air bersih di Kecamatan Antapani.
Menurut Topan, pendistribusian air bersih serupa sudah beberapa kali dilakukan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/antre-air-bersih_20170904_132853.jpg)