Masyarakat Kota Banjar Paling Sejahtera di Jawa Barat

Pada tahun 2018, Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) akan melakukan perluasan jumlah penerima . . .

Masyarakat Kota Banjar Paling Sejahtera di Jawa Barat
TRIBUN JABAR/RAGIL WISNU SAPUTRA
Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI, Harry Hikmat (kemeja biru) tengah mengamati proses pencairan bantuan PKH secara nontunai oleh sejumlah penerima manfaat di Kampus STKS Dago, Kota Bandung, Sabtu (2/9/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ragil Wisnu Saputra

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Pada tahun 2018, Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) akan melakukan perluasan jumlah penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH). Jumlah perluasan penerima manfaat mencapai hingga empat juta jiwa.

"Mulai tahun depan akan ditambah empat juta jiwa. Jadi totalnya ada 10 juta jiwa penerima manfaat PKH se-Indonesia," ujar Harry Hikmat usai melakukan bimbingan teknis penyaluran bantuan non tunai PKH kepada ribuan penerima manfaat yang ada di Bandung tepatnya di Kampus STKS Dago, Kota Bandung, Sabtu (2/9/2017).

Dengan perluasan penerima manfaat tersebut, kata dia, maka setidaknya harus ada tambahan pendamping sosial yang diperkirakan mencapai 18 ribu jiwa. Saat ini, Kemensos RI memiliki 12 ribu jiwa pendamping sosial yang memenuhi kualifikasi.

"Waktu itu kami butuh 9 ribu pendamping sosial. Yang daftar mencapai 180 ribu. Tapi yang memenuhi kualifikasi dengan ranking bagus ada 12 ribu jiwa. Tapi kami tidak pesimistis. Masih banyak peminatnya," kata dia.

Untuk Jawa Barat sendiri, lanjut Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI tersebut, bertambah sekitar 419.741 jiwa. Sebelumnya, jumlah pemerima manfaat PKH hanya sekitar 1.025,988 jiwa dengan total anggaran sekitar Rp 1,9 triliun.

"Nanti perluasannya di tahun 2018 untuk Jawa Barat totalnya ada 1.445.729 jiwa. Ini datanya didapat dari Sistem Informasi dan Konfirmasi Data Sosial Terpadu (Siskada Satu) yang dikelola oleh Kemensos," katanya.

Menurut Harry, di Jawa Barat sendiri yang wilayahnya paling banyak mendapat perluasan penerima manfaat adalah Kabupaten Cianjur dengan jumlah sekitar 35.747 jiwa. Sedangkan yang paling sedikit adalah Kota Banjar yang hanya sekitar 807 jiwa.

Meski demikian, untuk jumlah total penerima manfaat setelah dilakukan perluasan, maka yang terbanyak adalah Kabupaten Bogor yang mencapai hingga 130,706. Dan Kota Banjar yang jumlah total penerima manfaatnya paling sedikit. Yakni sekitar 4.100 jiwa.

"Berarti Kota Banjar mayoritas warganya sudah sejahtera dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di Jawa Barat," katanya. (*)

Penulis: Ragil Wisnu Saputra
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved