Dadang dan Keluarganya Terpaksa Pakai Air Keruh untuk Mandi

Beberapa rumah warga di daerah Kelurahan Cigereleng, Kecamatan Regol, Kota Bandung. . .

Dadang dan Keluarganya Terpaksa Pakai Air Keruh untuk Mandi
Tribun Jabar/Yongky Yulius
Dadang Darmatin, Warga Kecamatan Regol Bandung, Terpaksa Menggunakan Air Keruh yang Dibelinya Dari Swasta. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Beberapa rumah warga di daerah Kelurahan Cigereleng, Kecamatan Regol, Kota Bandung, khususnya di Jalan Kembar Barat Bandung mengalami kondisi kesulitan mendapatkan air bersih mengalir PDAM.

Kondisi ini merupakan imbas dari surutnya sumber bahan baku air bersih PDAM Tirtaweing di Situ Cileunca, Pangalengan.

Dadang Darmatin, seorang warga Jalan Kembar Barat, Kelurahan Cigereleng, Kecamatan Regol, Kota Bandung, kepada Tribun Jabar, Rabu (30/8/2017), mengatakan untuk mengatasi krisis air bersih, harus membeli pada pemasok swasta.


"Saya sama beberapa warga kemarin beli air bersih dari pemasok swasta, dari daerah Surapati," ujar Dadang.

Harga dari pemasok air bersih swasta itu, lanjut Dadang, adalah 230 ribu rupiah per 1500 liter.

Menurut Dadang, harga pemasok air dari swasta itu dari hari ke hari selalu naik.

Tiga hari yang lalu, kata Dadang, harga per 1500 liternya masih di kisaran 130 ribu rupiah.

Selain itu, Dadang pun mendapati air yang dibelinya dari pihak swasta ternyata keruh.


"Saya belinya kan malam, waktu malam tidak kelihatan kalau airnya kotor. Ternyata air nya kotor pas saya cek pagi-paginya," ujar Dadang.

Dadang pun terpaksa menggunakan air itu untuk mencuci pakaian dan mandi.

Penulis: Yongky Yulius
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved