Bom Panci
Hanya Pesan Segelas Teh, Agus Wiguna Bawa Bom ke Rumah Makan Celengan
Pada 7 Juli 2017, Agus Wiguna menuju Rumah Makan Celengan, lengkap membawa perangkat bom yang siap diledakkan.
Penulis: Daniel Andreand Damanik | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Daniel Andreand Damanik
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG- Rumah makan Celengan di Jalan Astana Anyar, Kota Bandung, menjadi target pengeboman terduga teroris yang tinggal Buahbatu, Agus Wiguna.
Pada 7 Juli 2017, Agus Wiguna menuju Rumah Makan Celengan, lengkap membawa perangkat bom yang siap diledakkan.
Menurut Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus, Agus Wiguna hanya memesan segelas teh di rumah makan celengan.
Baca: Trik Mengatasi Takut saat Terbang, Sangat Sederhana dan Terbukti Ampuh
"Dia duduk, kemudian memesan segelas teh, menunggu 20 menit, namun tak meledak," kata Yusri Yunus kepada awak media saat rekonstruksi di Jalan Astana Anyar, Selasa (29/8/2017).
Yusri Yunus menjelaskan, setelah tombol untuk meledakkan bom tidak berfungsi, Agus Wiguna langsung meninggalkan rumah makan Celengan dan membawa bom tersebut.
Kebiasaan Pencet Jerawat di Wajah, Gadis Ini Harus Alami Kejadian Nahas. Wanita Wajib Waspada! https://t.co/0F9atV2ROq via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) August 29, 2017
Rumah Makan Celengan merupakan lokasi ke 10 yang menjadi target peledakan bom oleh Agus Wiguna.
Ada sekira 11 target lokasi peledakan yang direncanakan Agus Wiguna sebelum ditangkap.
Rekonstruksi yang dilakukan di Jalan Astana Anyar dikawal puluhan anggota kepolisian.
Terlihat sejumlah polisi berseragam preman, tim inafis, tim Prabu Polrestabes Bandung, dan terduga teroris Agus Wiguna saat rekonstruksi di Jalan Astana Anyar.
Polda Jawa Barat bersama Densus 88 Antiteror juga menggelar reka ulang upaya peledakan bom panci di kafe "I Am Beer" Jalan Braga, Kota Bandung, Selasa (29/8/2017).
Baca: Begini Potret Terbaru Musdalifah Setelah Kembali Gagal Berumah Tangga, Netizen Ramai Beri Semangat
Upaya peledakan itu dilakukan Agus Wiguna, terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang ditangkap setelah rumah kontrakannya di Jalan Kubang Bereum, Buahbatu, Kota Bandung, hancur akibat ledakan bom panci.
"Ini hari kedua rekonstruksi. AW berperan langsung dalam rekonstruksi ini," ujar Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Yusri Yunus saat ditemui di sela rekonstruksi, Selasa siang. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/teroris_20170829_131034.jpg)