Dispangtan Kota Bandung: 3.396 Ekor Sapi di Bandung, 35 Tidak Laik Kurban
Kepala Dispangtan Kota Bandung Elly Wasliah bersama dua dokter hewan Yusuf Adi Nugroho dan. . .
Penulis: Tiah SM | Editor: Fauzie Pradita Abbas
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Masuki gang-gang sempit, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung melakukan pemeriksaan kelaikan hewan kurban, Selasa (29/8/2017).
Kepala Dispangtan Kota Bandung Elly Wasliah bersama dua dokter hewan Yusuf Adi Nugroho dan Eman untuk menuju kandang sapi dan domba harus menyusuri gang sempit cukup panjang.
"Kami harus maraton memeriksa karena tinggal dua hari lagi padahal baru 14 ribu ekor sapi dan domba yang diperiksa dari target 31 ekor," ujar Elly.
Elly mengatakan, dari 14 ribu hewan kurban yang diperiksa 3.396 ekor sapi ditemukan 35 ekor tidak layak (tidak cukup umur, betina, sakit, trauma).
Padahal Masih Kecil, Bobotoh Cilik Ini Paham Betul Sosok Atep https://t.co/gwdJWKFQbG via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) August 29, 2017
Sedangkan domba tidak layak 1042 ekor (tidak cukup umur, sakit mata,pincang) dari 10.882 ekor.
Yusuf Adi Nugroho mengatakan masuk gang tidak terlalu ekstrim membawa sapi tapi di daerah Cibiru lebih ekstrim harus naik bukit untuk memeriksa hewan kurban sapi dan domba.
Kandang domba dan sapi yang terletak di Gang Zakaŕia sedikitnya ada 200 ekor domba dan 90 ekor sapi milik beberapa orang diantaranya milik Undang Sutyana.
Undang sejak tahun 1997 memelihara domba dan sapi khusus untuk kurban. Sapi yang dijualnya mulai dari Rp 25 juta sampai ada sapi lomusin Rp 55 juta.
Sedangkan domba dari Rp 2 juta sampai Rp 6 juta.
Menurut Undang tak pernah ada watga yang protes walau berada di padat penduduk karena kandang sapi terlebih dahulu ada.
Walau berada di padat penduduk Undang mengaku tak pernah ada sapi atau domba yang mengamuk apalagi menghancurkan rumah penduduk.
Kura-kura Langka Ditemukan di Pameungpeuk, Warga Malah Menyembelihnya https://t.co/cNDeIIoj2t via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) August 29, 2017
"Kalau senggolan dengan motor pernah, makluM gang sempit," ujar Undang. (tsm).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/sapi_20170822_160930.jpg)