Kuliner Bandung
Pedas dan Gurihnya Sate Padang Pak Datuk, Rasanya Bikin Ketagihan
Aroma rempah yang kuat pada kuah sate Padang, mencerminkan kelihaian orang Minang dalam. . .
Penulis: Fasko dehotman | Editor: Fauzie Pradita Abbas
Jika ingin menambahkan tekstur crunchy Anda dapat menaburkan kripik balado khas Minang.
Zulkifli selaku penerus Sate Padang Pak Datuk, menuturkan, sate Padang ini, pertama kali dijajakan oleh Pak Datuk pada1970 di sekitar Jalan ABC, dekat jembatan Cikapundung.
Kemudian, Sate Padang Pak Datuk pindah ke ruas Jalan Cikapundung sejak 1980.
"Saat ini, Sate Padang Pak Datuk masih bertahan di Cikapundung, dan dilajutkan oleh saya sebegai generasi ketiga," ujar Zulkifli kepada Tribun Jabar, Senin (28/8/2017).
Zulkifli menambahkan, sate padang yang dijualnya merupakan ala Bukittinggi.
"Ciri khasnya adalah rasa kuah yang didominasi pedas dan agak asin, dan berwarna kuning," jelas Zulkifli.
"Ketika dicicipi, rasanya pedas, sangat nendang untuk pecinta rasa pedas," tambah Zulkifli.
Untuk penyajiannya, Zulkifli mengaku, sebelum dibakar, daging terlebih dahulu direbus, kemudian dipotong-potong kecil dan ditusuk.
"Ketika ada yang pesan, sate dibakar untuk menimbulkan aroma harum dan tekstur lebih kenyal," ujar Zulkifli.
Bagi Anda yang penasaran mencicipinya, Sate Padan Pak Datuk dihargai Rp 28.000 per porsinya.
Disantap bersama kuah yang hangat, nyam! Rasanya lezat dan cukup mengenyangkan.
Sedangkan jam operasionalnya, Sate Padang Pak Datuk dibuka setiap hari pada pukul 17.30 - 00.00 WIB. (Fasko)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/sate-padang_20170828_202252.jpg)