Warga Desa Jatibungur Nekat Tanam Padi di Waduk Jatigede yang Kering
"Ada yang ditanami pada ada juga yang ditanami tanaman lain, tergantung tanahnya masih berair atau kering sekali," ujar Ado Kasdi.
Penulis: Seli Andina Miranti | Editor: Ravianto
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina
TRIBUNJABAR.CO.ID, SUMEDANG - Waduk Jatigede yang surut dimanfaatkan warga Desa Jatibungur, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang, untuk ditanami padi.
Meskipun belum pasti berapa lama tanah tersebut akan kering, warga nekat mengubahnya menjadi sawah.
Satu di antara alasan masyarakat mengubah pantai Waduk Jatigede menjadi sawah adalah karena faktor ekonomi.
Hal tersebut diungkapkan Ado Kasdi (50), warga Desa Jatibungur, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang, ketika ditemui Tribun Jabar di pantai Waduk Jatigede, Minggu (27/8/2017).
Gadis ini Dulu Dipaksa Operasi Payudara Usai jadi Juara Kontes Kecantikan, Begini Nasibnya Sekarang https://t.co/aOEIraw8QW via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) August 27, 2017
"Ada yang ditanami pada ada juga yang ditanami tanaman lain, tergantung tanahnya masih berair atau kering sekali," ujar Ado Kasdi.
Menurutnya, alasan utama warga menanam padi di lahan kering Waduk Jatigede adalah karena tuntutan ekonomi.
Warga berharap bisa mendapat pemasukan tambahan dari hasil panen tanaman yang mereka tanam tersebut.
Ini karena banyak warga Orang Terkena Dampak (OTD) Waduk dan Bendungan Jatigede belum memiliki pekerjaan tetap setelah digusur untuk kepentingan Waduk.
"Padahal belum pasti juga mereka akan menikmati panen sawah itu, kan tidak tahu Waduk Jatigede akan surut berapa lama," ujar Ado Kasdi.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/sawah-di-waduk-jatigede-tanaman-padi-di-waduk-jatigede_20170827_160153.jpg)