Breaking News:

Sorot

Karnaval Wisata

Kawasan Wisata Lembang yang sangat potensial menghasilkan rupiah, infrastruktur jalannya rusak parah, arus lalu lintas semrawut

istimewa
Ichsan, Wartawan Tribun Jabar 

Kota Bandung mendapat kehormatan menjadi tempat penyelenggaraan Karnaval Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia tingkat nasional. Acara yang diperkirakan bakal dibanjiri puluhan ribu orang ini akan digelar mulai dari Gedung Sate di Jalan Diponegoro hingga Alun-alun Kota Bandung di Jalan Asia Afrika, Sabtu 26 Agustus 2017.

Sebelumnya, karnaval kemerdekaan tingkat nasional ini digelar di Pontianak, Kalimantan Barat dan Danau Toba, Sumatra Utara. Warga Kota Bandung pantas menyambut gembira even ini karena bukan pekerjaan mudah untuk mendatangkan ribuan peserta karnaval dari seluruh Indonesia. Apalagi acara ini dibuka langsung Presiden RI Joko Widodo.

Acara bertajuk Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan ini digelar untuk memeriahkan HUT ke-72 RI, namun sejatinya ini adalah festival kebudayaan. Para peserta dari seluruh Indonesia bakal menampilkan pakaian, adat istiadat, atraksi kesenian tradisional, dan kreativitas seni budaya mereka.

Bagi Kota Bandung dan Provinsi Jawa Barat, perhelatan ini merupakan ajang promosi pariwisata yang efektif. Dijadwalkan, 27 kabupaten/kota di Jawa Barat bakal turut serta menjadi peserta karnaval ini. Even ini pun harus dimanfaatkan betul karena perwakilan dari seluruh provinsi di Indonesia juga hadir sekaligus menjadi peserta di acara besar tersebut.

Terkait pariwisata, Jawa Barat sejak dulu dikenal sebagai daerah tujuan wisata favorit di Indonesia. Alamnya indah, warganya ramah tamah. Tak heran, budayawan Martinus Antonius Weselinus Brouwer atau akrab disapa M.A.W Brouwer melontarkan kalimat yang menjadi legenda yakni "Bumi Pasundan Lahir Ketika Tuhan sedang Tersenyum".

Ini menggambarkan saking takjubnya M.A.W Brouwer dengan keindahan Tanah Parahyangan. Hal ini pun diakui oleh para pelancong yang datang di Jawa Barat. Alam pegunungan dan kawasan pantainya sangat indah membuat orang betah berlama-lama tinggal di Jawa Barat.

Namun sayangnya, meski dianugerahi alam yang begitu indah, ternyata tidak mampu dikelola secara baik. Tiga kawasan wisata di Jawa Barat yang ramai dikunjungi wisatawan yakni Kawasan Lembang di Kabupaten Bandung Barat, Ciwidey di Kabupaten Bandung, serta Pantai Pangandaran di Kabupaten Pangandaran, merupakan satu contoh buruknya pengelolaan tempat wisata di Jawa Barat.

Kawasan Wisata Lembang yang sangat potensial menghasilkan rupiah, infrastruktur jalannya rusak parah, arus lalu lintas semrawut, Pedagang Kaki Lima (PKL) tidak teratur, dan sampah berserakan dimana-mana. Padahal, setiap kali libur panjang akhir pekan alias long week end, apalagi libur lebaran atau tahun baru, ribuan pengunjung mendatangi kawasan berhawa sejuk di Bandung Utara tersebut.

Bagaimana dengan Ciwidey? Setali tiga uang, perlu perbaikan besar. Kawasan wisata di Bandung Selatan ini juga kerap dibanjiri pengunjung, namun jalan di kawasan itu tak kunjung diperlebar. Tak heran, keluhan utama pengunjung adalah soal kemacetan menuju kawasan berhawa sejuk itu. Apalagi nanti, tak terbayangkan jika ruas Jalan Tol Soreang-Pasirkoja sudah dioperasikan.

Dari arah Jakarta atau Kota Bandung kendaraan bakal melaju lancar karena melalui jalan tol, namun begitu tiba di Soreang dan hendak menuju ke Ciwidey, kondisi jalannya kecil dan tidak memenuhi syarat.

Lalu bagaimana dengan Pantai Pangandaran? Problem utama di kawasan wisata ini adalah kondisi kawasan yang semrawut. PKL hampir menutupi kawasan pantai dan sampah berserakan dimana-mana, kotor. Kondisi ini sudah berlangsung lama dan tak kunjung ada perbaikan.

Diharapkan even Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan ini dapat menjadi momentum untuk segera memperbaiki kawasan wisata yang mendatangkan uang tersebut. Tak hanya tugas pemerintah daerah, pemerintah pusat pun perlu turun tangan agar nama baik Indonesia positif di mata warga dunia.

Penulis: Ichsan
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved