Pilwalkot Bandung

Asep Warlan : ASN yang Daftar Pilwalkot Seharusnya Mundur

Pakar hukum dan tata negara Unpar Prof Asep Warlan mengatakan aparatur sipil negara yang mendaftar ke partai untuk penjaringan Pemilihan Wali Kota . .

Asep Warlan : ASN yang Daftar Pilwalkot Seharusnya Mundur
Tribun Jabar/Ferry Fadhlurrahman
Pengamat politik dan ahli hukum Universitas Parahiyangan, Prof Asep Warlan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Pakar hukum dan tata negara Unpar Prof Asep Warlan mengatakan aparatur sipil negara yang mendaftar ke partai untuk penjaringan Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) sudah jelas berpolitik praktis.

"Seharunya, ketika ASN mendaftarkan diri ikut Pilwalkot secara etika harus mengundurkan diri. Karena separuh dirinya sudah berpolitik praktis," ujar Asep Warlan, saat dihubungi, Jumat (25/8/2017).

Baca: Ini 3 Kendala Utama Sektor Pariwisata di Indonesia Menurut I Gde Pitana

Baca: Chacha Frederica Mengaku Kangen Pada Sosok Pria yang Ditemuinya Hanya untuk Tidur Bareng

Menurut Asep, seharusnya ASN bisa bersikap netral, dan tidak memihak kepada individu atau golongan (partai,red) manapun.
ASN melakukan politik praktis, secara etika dinilai tidak etis dan kepala daerah bertindak tegas.

"Jika Sekda berarti harus ditegur oleh gubernur, kalau pejabat eselon II, harus mendapat teguran dari wali kota," ujar Asep Warlan.

Untuk kasus yang lebih tinggi lagi, ASN yang bersangkutan bisa diberhentikan secara tidak hormat karena melanggar undang-undang Kepegawaian.‎


"Contoh ekstrem, ASN menyatakan dukungan kepada salah satu pasangan calon saja kena sanksi apalagi  mendaftar ke partai," ujar Asep

Asep mengatakan ASN yang daftar nyalon Walikota yang menjadi masalah bukan soal pekerjaan sebagai ASN yang akan terbengkalai atau tidak.

Namun masalah netralitas dan masuk ke ranah politik.

"Jika berani mencalonkan di Pilkada harus terima resiko mundur dari  ASN, jangan sampai ada pikiran, kalau tidak terpilih jadi pemimpin daerah, kembali jadi ASN, " ujar Asep. (*)

Penulis: Tiah SM
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved