Rabu, 22 April 2026

Simpang Pet Park Dipilih Untuk Rekayasa Lalu Lintas oleh BIGRS dan Nacto, Ternyata Ini Alasannya

Pembuatan marka jalan dan zebra cross tersebut adalah bagian dari eksperimen yang dilakukan BIGRS . . .

Penulis: Theofilus Richard | Editor: Dedy Herdiana
TRIBUNJABAR.CO.ID/THEOFILUS RICHARD
Sejumlah orang bule atau warga asing terlihat ikut mengecat marka dan zebra cross di sekitar simpang Pet Park, Kota Bandung, Kamis (24/8/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Sekira 30 orang terlihat di sekitar simpang Pet Park sedang mengecat jalan untuk membuat marka dan zebra cross baru hari ini, Kamis (24/8/2017).

Pembuatan marka jalan dan zebra cross tersebut adalah bagian dari eksperimen yang dilakukan BIGRS (Bloomberg Philantropies Initiative for Global Road Safety) bersama National Association of City Trasportation (Nacto) untuk peningkatan keselamatan lalu lintas di Kota Bandung.

Baca: Setahun Menikah, Akhirnya Pasangan Selebriti Ini Akan Dikaruniai Buah Hati Pertamanya

Tidak secara kebetulan Simpang Pet Park dipilih sebagai lokasi eksperimen.

Menurut Abhimanyu Prakash, Program Associate dari Nacto mengatakan Simpang Pet Park adalah satu di antara jalan di Kota Bandung yang memiliki banyak konflik.

Menurutnya pusat keramaian yang dekat dengan gereja berpotensi menimbulkan kepadatan pada akhir pekan.

"Kami memilih Simpang Pet Park dikarenakan jalan ini memiliki banyak konflik. Pada akhir pekan, ada keramaian di Pet Park, dan ada gereja. Kami ingin membuat ruang yang aman tidak hanya untuk pengendara, tapi juga untuk pejalan kaki," ujarnya kepada Tribun Jabar di Pet Park, Kamis (24/8/2017).

Tetapi eksperimen ini hanya diadakan satu hari.

Nantinya, hasil dari eksperimen tersebut akan dianalisis.

Jika hasilnya bagus, maka nantinya konsep ini akan diusulkan ke Pemkot Bandung.

"Kita di sini mempelajari prilaku orang, dan mencoba mengubahnya untuk satu hari. Kemudian kami lihat apa yang dapat kami lakukan untuk melakukan perubahan, untuk menyamankan pejalan kaki dan meminimalisasi kecelakaan lalu lintas," ujarnya.

Dalam kegiatan ini, Nacto dan BIGRS juga berkoordinasi dengan Dishub Kota Bandung, Dinas PU Kota Bandung, dan Bank Dunia.

Kota Bandung merupakan satu di antara lima kota di Asia yang menjadi bagian dari proyek Nacto dalam peningkatan keselamatan berlalu lintas.

Empat kota lainnya adalah Shanghai, Mumbai, Ho Chi Minh, dan Bangkok. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved