Breaking News:

Kapolda Jabar Kaget Sekaligus Terharu Saat Mendengar Bisikan dari Seorang Syekh Asal Lebanon

Menjawab pernyataan Syekh tersebut, Anton mengatakan akan berusaha menjalankan amanah dari Syekh tersebut . . .

Penulis: Isal Mawardi | Editor: Dedy Herdiana
TRIBUN JABAR/DONY INDRA RAMADHAN
Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan saat memberikan keterangan di Markas Polda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis (9/3/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isal Mawardi

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Anton Charliyan, mengatakan sangat kaget sekaligus terharu ketika mendengarkan perkataan dari Syekh asal Lebanon.

"Saat itu saya sedang melakukan seminar di Pesantren Al-Falah. Saya bertemu Syekh asal Lebanon. Saya ngobrol dengan beliau. Namun saat tahu saya pejabat negara, beliau berbisik kepada saya dan kalimat pertama yang terlontar adalah "saya titip Indonesia," ujar Irjen Anton Charliyan, Kapolda Jawa Barat, Gedung Graha Bhayangkara, Selasa (22/8/2017).

Kapolda Jabar, Irjen Pol Anton Charliyan mengajak sejumlah tamu undangan untuk bernyanyi.
Kapolda Jabar, Irjen Pol Anton Charliyan mengajak sejumlah tamu undangan untuk bernyanyi. (TRIBUNJABAR.CO.ID/DANIEL DAMANIK)

Ia mengaku terkejut saat mendengarkan bisikan dari Syekh yang tidak disebutkan namanya tersebut.

Baca: Perempuan-perempuan Ini Dulu Gendut, Lihat Penampilannya Sekarang

"Saya tanya dong, kenapa begitu? Lalu ia jawab kami jauh-jauh dari Saudi (Arabia), seluruh ulama datang ke Indonesia, saya ingin mengingatkan kondisi Indonesia saat ini sama saat kondisi kami (muslim) sebelum Iraq jatuh, sebelum Suriah jatuh, sebelum Palestina jatuh," ujar Irjen Anton menirukan perkataan Syekh asal Lebanon tersebut.

"Saya cinta dengan Indonesia. Umat muslimnya yang terbesar di dunia," kata Anton menirukan perkataan Syekh asal Lebanon.


Menjawab pernyataan Syekh tersebut, Anton mengatakan akan berusaha menjalankan amanah dari Syekh tersebut untuk menjaga persatuan dan kesatuan Republik Indonesia.

Anton Charliyan mengimbau masyarakat Indonesia agar bisa tetap menjaga persatuan di atas keragaman, karena selama ini bangsa lain sangat mengagumi keberhasilan Indonesia dalam menjaga persatuan tersebut. 

Semua itu dikatakan Anton kepada semua hadirin di acara pertemuan para rektor, wakil rektor, dan dekan dari universitas yang ada di Jawa Barat.

Pertemuan tersebut membahas tentang isu-isu radikalisme dan paham anti-Pancasila yang sedang marak terjadi di kampus-kampus tertentu di Indonesia. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved