Berbekal Modal Rp 2,2 Juta, Eks Napidana Raup Omzet Ratusan Juta dari Jualan Singkong

Kerja kerasnya merintis usaha dari nol itu kini berbuah manis. Produk buatannya berhasil mendapatkan perhatian konsumen

Tribun Jateng
Mantan narapida yang sukses dengan bisnis singkong kejunya. 

TRIBUNJABAR.CO.ID– Karena masalah narkoba, Hardadi pun sempat mendekam sel penjara. Namun, sekeluarnya dari bui ia bertekad untuk mengubah nasibnya.

Pada 2009 Hardadi merintis usaha olahan singkong karena melihat produksi singkong melimpah di sekitar wilayahnya, Salatiga, Jawa Tengah.

Bermodal semangat yang kuat, dan dibantu istrinya, Hardadi pun melemparkan produk olahan singkong berupa singkong keju dengan label Singkong Keju D-9.

Kerja kerasnya merintis usaha dari nol itu kini berbuah manis. Produk buatannya berhasil mendapatkan perhatian konsumen dan menjadikan makanan ini oleh-oleh khas Salatiga.

Baca: 7 Fakta di Balik Isu Perceraian Penyanyi Lagu Religi Opick Setelah 15 Tahun Menikah

Kios pribadinya yang berada di Jalan Argo Wiyoto Nomor 8 A, Salatiga selalu ramai diserbu konsumen.

Kesuksesannya itu pun dilirik sebuah supermarket yang menawari Hardadi untuk memasarkan produknya di supermarket tersebut.

“Saya tolak karena kami tidak bisa memenuhi syarat jumlah produk stabil," katanya pada KONTAN, Kamis (6/7/2017).


Usaha gigih dari Hardadi ini mulai membuahkan hasil. Pada 2013, ia memutuskan memindahkan gerobaknya ke rumah orangtuanya yang berlokasi di Jalan Argowiyoto, Salatiga.

Sebab, jumlah pesanan  semakin membludak.

Saat itu, produksinya melonjak sampai dua kuintal per hari. Melihat itu, sang istri, Diah Kristanti memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya sebagai karyawan pabrik dan membantu sang suami.

Namanya dari blok sel

Usaha Hardadi semakin berhasil sehingga bisa membeli sebidang tanah seluas 500 m2 yang dijadikan sebagai tempat penjualan.

Rasa enak singkong keju D-9 pun menyebar melalui media sosial lewat para pembelinya.

Setelah usahanya mendapat respon positif dari pasar, Hardadi pun berinovasi agar memenangkan persaingan yang muncul setelah banyak orang yang melihat kesuksesannya.

Anak keempat dari tujuh bersaudara ini rajin menelurkan varian anyar produk singkong keju, terutama dari sisi rasa.  

Kini, para pelanggan bisa mendapatkan tiga varian rasa di produk D-9, yaitu original, cokelat dan keju.

Sayangnya, pasokan bahan baku masih menjadi kendala Hardadi.

Baca: Wanita Cantik Putri Mantan Menteri BUMN ini Telah Resmi jadi Istri Pebalap Ternama

Ia mulai kesulitan mendapat pasokan singkong dari Salatiga sehingga mencari pasokan dari wilayah lain, seperti dari lereng Gunung Sumbing, Wonosobo, serta Magelang.

Hardadi pun tidak kemaruk dengan kesuksesan itu. Ia ingin berbagi rezeki dengan membeli bahan baku yang terbilang tinggi di Salatiga yakni sebesar Rp2.300 per kg.

Sementara untuk mengantisipasi kelangkaan pasokan, Hardadi meminta kepada petani pemasoknya untuk memberitahukan jauh-jauh hari jika mengalami gagal panen.

Ngomong-ngomong, dari mana nama singkong keju D-9 yang sudah dipatenkan itu?

Nama itu berasal dari nomor blok dan sel saat ia menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Surakarta.

(Disarikan dari artikel di Kontan.co.id dengan judul Mantan napi yang sukses bisnis singkong keju)

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved