HUT Kemerdekaan RI

Korban Meninggal Dunia yang Jatuh Saat Ikut Panjat Pinang Punya Pekerjaan Seperti Ini

Icim tinggal di Kampung Rancaloa RT 05/ RW 03, Kelurahan Cipamokolan, Kecamatan Rancasari dan ia merupakan warga Majalengka.

Korban Meninggal Dunia yang Jatuh Saat Ikut Panjat Pinang Punya Pekerjaan Seperti Ini
TRIBUN JABAR/HILMAN KAMALUDIN
Lapangan Voli Jalan Merkuri Utara RT 05 RW 03, Kelurahan Manjahlega, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, yang menjadi lokasi kejadian meninggalnya Icin. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Icim alias Icin, korban yang meninggal dunia setelah terjatuh saat mengikuti perlombaan panjat pinang ketika perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke 72 kemarin, Kamis (17/8/2017) itu merupakan warga yang tidak punya pekerjaan tetap.

Icim yang hanya sebagai pekerja serabutan itu terjatuh hingga meninggal saat mengikuti lomba panjat pinang di Lapangan Voli Jalan Merkuri Utara RT 05 RW 03, Kelurahan Manjahlega, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, Kamis (17/8/2017) sekira pukul 16.30 WIB kemarin.

"Icin itu bukan warga di sini, dia di sini sering kerja serabutan dan kerja apa saja dilakukan," ujar Ketua RW 05 Jalan Merkuri, Kosim Ali Nugraha kepada TribunJabar.co.id di rumahnya, Jumat (18/8/2017).

Baca: Bukan Pelatih! Ternyata Ini Posisi Djadjang Nurdjaman di Malang United

Selain itu dikatakan Kosim, sebelum bekerja serabutan, Icim pernah bekerja sebagai tukang becak.

Icim tinggal di Kampung Rancaloa RT 05/ RW 03, Kelurahan Cipamokolan, Kecamatan Rancasari dan ia merupakan warga Majalengka.

Peristiwa itu bermula saat Icim berada di atas pohon pinang dan mengambil hadiah, tiba tiba batang pinangnya patah dari sambungan hingga terjatuh dari ketinggian tujuh meter.

Korban mengalami patah leher dan dibawa ke Rumah Sakit Al Islam, Kota Bandung, namun nyawanya tidak dapat tertolong.

Panatauan TribunJabar.co.id di lokasi kejadian, tampak tanah dan rumput bekas jatuh Icim masih terlihat berantakan dan rumputnya layu.


Pohon pinang masih terpasang, tampak bekas batang pinang yang patah masih ada di atas.

Menurutnya Kosim, walaupun batang pinangnya patah, kejadian nahas yang menimpa Icim tersebut murni kecelakaan.

"Itu murni kecelakaan dan mungkin itu takdirnya dia harus meninggal karena kecelakaan," jelas Kosim. (*)

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved