Harga Ikan Mahal, Begini Tanggapan Menteri Susi Pudjiastuti
Seorang mahasisiwa Institut Teknologi Bandung menanyakan langsung harga ikan yang masih mahal kepada Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.
Penulis: Rezeqi Hardam Saputro | Editor: Jannisha Rosmana Dewi
Laporan wartawan Tribun Jabar, Rezeqi Hardam Saputro
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Seorang mahasisiwa Institut Teknologi Bandung (ITB) menanyakan langsung harga ikan yang masih mahal kepada Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, Jumat (18/8/2017).
Pertanyaan tersebut ia lontarkan usai Susi Pudjiastuti memberikan kuliah umum di hadapan ribuan mahasiswa baru ITB.
"Bu katanya tadi jumlah ikan kita di laut Indonesia meningkat, tapi kenapa harga ikan laut semisal tuna harganya masih mahal?" tanya Ramandini, mahasiswa baru Teknik Sipil ITB.
Usai menerima pertanyaan tersebut, dengan santai Menteri Susi Pudjiastuti mengatakan harga daging sapi lebih mahal daripada harga ikan.
"Semahal-mahalnya daging ikan pasti lebih murah daripada harga daging (sapi)," ujar Menteri Susi Pudjiastuti dan langsung disaut gemuruh tepuk tangan dari ribuan mahasiswa.
Dianggap Hina Jokowi, Presenter TV One ini Dihujat Habis-habisan, Lihat Videonya https://t.co/tT9eswjKIU via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) August 18, 2017
Menteri Susi Pudjiastuti juga mengatakan 80 persen daging sapi di Indonesia adalah hasil impor.
Sebaiknya, lanjut Susi Pudjiastuti, kurang-kurangi makan daging sapi dan makan ikan saja.
"Makan ikan tongkol dan mujaer yang merupakan produk dalam negeri, jangan ikan salmon," ujar Susi Pudjiastuti yang langsung membuat ribuan mahasiswa tertawa.
Selain itu menteri yang hanya mengenyam pendidikan hingga sekolah menengah pertama ini juga mengatakan ikan adalah satu-satunya produk Indonesia yang menyebabkan deflasi bukan inflasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/menteri-kelautan-dan-perikanan-susi-pudjiatuti_20170818_130245.jpg)