Jumat, 1 Mei 2026

Bukan Politisi Instan, Nurul Arifin Disebut Tak Sekadar Andalkan Status Artis

Seringkali kemunculan artis dianggap sebagai pendompleng suara untuk memenangkan pemilu saja.

Tayang:
Penulis: Theofilus Richard | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Tribun Jabar/Theofilus Richard
Nurul Arifin, politikus yang berniat maju di Pilwalkot Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG– Kemunculan aktris senior semisal Nurul Arifin yang mencalonkan diri sebagai eksekutif (wali kota/bupati) bukan pertama kali.

 Seringkali kemunculan artis dianggap sebagai pendompleng suara untuk memenangkan pemilu saja.

Menurut Wakil Ketua Fraksi Golkar di DPRD Kota Bandung, Nenden Sukaesih hal tersebut tidak berlaku pada Nurul Arifin.

Baca: Perhatikan Cara Kerja Tempat Sabun yang Dianggap Rasis Ini. Benarkah Benda Itu Sengaja Dibuat Rasis?

“Kalau Bu Nurul, kan bukan hanya sekarang saja di politik. Ketika dulu dia memang artis, setelah itu dia masuk politik, terus dia jadi pengurus DPP Partai Golkar lama sekali, pernah jadi anggota DPR-RI. Pengetahuannya juga lumayan,” ujar Nenden Sukaesih kepada Tribun Jabar di Ruang Komisi B Gedung DPRD Kota Bandung, Jumat (18/8/2017).

Selain lama malang melintang di dunia hiburan, Nurul Arifin juga sudah lama berkarir di dunia politik.


Ia tercatat menjadi anggota DPR-RI Fraksi Golkar pada 2004-2009 dan 2009-2014.

Selain itu ia juga menjadi Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini Partai Golkar.

Menurut Nenden Sukaesih, kelemahan beberapa artis yang terjun di politik adalah artis-artis tersebut terlalu instan.

“Nah, ya kebanyakan (mendompleng nama saja) tapi itu kan artisnya yang instan (ke politik). Kadang-kadang artis itu instan, kan mereka masuk ke politik sebentar langsung lompat jadi eksekutif,” ujarnya.

Meski Partai Golkar belum mengeluarkan SK pengusungan Nurul Arifin menjadi calon wali kota belum turun, Nenden Sukesih optimistis Nurul Arifin memiliki kemampuan untuk dapat bekerja secara baik sebagai wali Kota Bandung.


Rencananya, SK pengusungan tersebut turun pada Bulan September 2017, setelah hasil survei selesai.

Menghadapi pemilihan wali Kota Bandung 2018, Nurul Arifin sudah terlihat melakukan sosialisasi ke berbagai daerah untuk memperkenalkan dirinya sebagai bakal calon wali Kota Bandung.

Ia pun sudah mendapat banyak dukungan dari beberapa pihak, termasuk politisi senior, Agung Laksono. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved