Penangkapan Teroris

"Pria Berjanggut dan Rambut Dikepang Itu Suka Bawa Ransel ke Masjid dan Salatnya Selalu di Belakang"

Sudah tiga hari berturut-turut dia kurang tidur. Selama tiga hari itu, ujarnya. . .

Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Kemalawati, Ketua RW 18 di Kampung Jajay Timur, Kelurahan Antapani Kidul, Kecamatan Antapani. 

HEADLINE KORAN TRIBUN JABAR

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Dian Nugraha Ramdani

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - WAJAH Kemalawati Munthe (50), Ketua RW 18, Kelurahan Antapani Kidul, Kecamatan Antapani, merah dan lesu.

Sudah tiga hari berturut-turut dia kurang tidur. Selama tiga hari itu, ujarnya, ada orang asing yang mengaku anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) sedang mengintai warganya.

"Tiga hari lalu sudah diintai, katanya kasus narkoba. Eh, nyatanya teroris dan tadi pagi ditangkap," ujar perempuan berkerudung abu-abu itu, Selasa (15/8) di lokasi penggeledahan rumah kontrakan terduga teroris, di Antapani.

Di perkampungan kumuh, di bantaran Sungai Cidurian tempat warganya tinggal, seorang pemuda berinisial Y (20), warga Solok, Sumatra Barat, ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror, lantaran terlibat jaringan teroris Jamaah Ansharu Daulah (JAD).

Jaringan ini disebut-sebut terkait langsung dengan Negara Islam Irak-Suriah (ISIS).

Y ditangkap di kamar kontrakannya, sebuah kamar berukuran 2 x 4 meter dengan dinding batako yang kasar. Kamar sempit itu sekaligus WC di dalamnya. Tidak ada dapur ataupun alat memasak. Di kamar itu hanya disediakan kasur busa tipis.

Kemalawati kaget, pemuda yang ditangkap itu adalah orang yang setiap subuh dia lihat dalam barisan jemaah salat.

Halaman
12
Penulis: Dian Nugraha Ramdani
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved