Perempuan Bisa Menjadi Aktor Pencegahan Terorisme

Workshop dilaksanakan dalam rangka membekali perempuan yang hadir agar bisa menjadi aktor pencegahan terorisme.

Penulis: Yongky Yulius | Editor: Jannisha Rosmana Dewi
TRIBUNJABAR.CO.ID/YONGKI YULIUS
Workshop mengenai "pemberdayaan pemuda dan perempuan dalam pencegahan terorisme" di Hotel Grand Asrilia, Rabu (16/8/2017). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bidang pemberdayaan pemuda dan perempuan, dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT), menggelar workshop di Hotel Grand Asrilia, Bandung, Rabu (16/8/2017).

Workshop tersebut membahas mengenai "Pemberdayaan Pemuda dan Perempuan dalam Pencegahan Terorisme".

Dra Yayah Fijriah M Ag, dari FKPT kepada TribunJabar.co.id, Rabu (16/8/2017), mengatakan tujuan dari workshop itu adalah untuk menguatkan peran perempuan.

"Perempuan itu punya peran sentral dalam pencegahan terorisme," katanya.


Yayah menambahkan, workshop itu dilaksanakan dalam rangka membekali perempuan yang hadir agar bisa menjadi aktor pencegahan terorisme.

"Minimal, perempuan-perempuan, khususnya yang telah dibekali, yang telah datang ke workshop bisa mencegah akar radikalisme dan terorisme di keluarganya," kata Yayah.

Perempuan yang diundang pada workshop itu pun sebenarnya dari berbagai macam profesi dan latar belakang.

Ada dari akademisi, tokoh agama, Aparatur Sipil Negara, dan pemimpin lembaga pendidikan.

Yayah mengatakan workshop tersebut sengaja mengundang perempuan dari berbagai profesi dan latar belakang.

Harapannya, selain bisa menjadi aktor pencegah terorisme di keluarga, perempuan-perempuan itu juga bisa berperan aktif di tempat kerjanya.

"Misal, ada juga perempuan yang merupakan guru. Kami undang. Setelah dari sini, ia bisa menjadi aktor pencegah terorisme kepada murid-muridnya," tambah Yayah.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved